Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

LPMD Tuban Dikerahkan Atasi Covid dan Jajanan Tradisional yang Masih Ada

bloktuban.com | Friday, 15 October 2021 05:00

LPMD Tuban Dikerahkan Atasi Covid dan Jajanan Tradisional yang Masih Ada

ket foto: Wakil Bupati Tuban Riyadi, dalam acara peningkatan kapasitas pengurus LPMD/K di Hotel Mustika Tuban. (Foto: Istimewa)

Editor: Edy Purnomo

blokTuban.com - Selain Covid-19, momok kemiskinan juga terus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Tuban. Oleh sebab itu, Wakil Bupati Tuban Riyadi, mengajak pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (LPMD/K) se kabupaten Tuban untuk ikut andil melawan kedua hal tersebut.

Seruan diungkapkan dalam acara peningkatan kapasitas pengurus LPMD/K di Hotel Mustika Tuban yang berlangsung dua hari tanggal 13-14 Oktober 2021 diikuti 100 peserta. Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengajak LPMD/K untuk bersinergi bersama ikut memajukan Kabupaten Tuban menjadi lebih baik lagi. Seluruh program dari Pemkab Tuban tidak bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dari masyarakat juga Pemerintah Desa.

"Bersama bergotong royong membangun Kabupaten Tuban menjadi lebih baik adalah tanggung jawab kita semua," ujar Wabup.

BACA SELENGKAPNYA: Wabup Tuban Libatkan LPMD dan Kelurahan Atasi Covid-19 dan Kemiskinan

Siapa yang tidak mengenal kue putu? Jajanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa tersebut masih digemari sampai sekarang karena cita rasanya yang khas, yakni perpaduan antara manis dan gurih.

Meskipun banyak yang mengira bahwa kue putu adalah jajanan asli Indonesia, ternyata kue putu sendiri berasal dari Tiongkok. Bedanya putu asal Indonesia menggunakan isian gula Jawa. Sedangkan putu yang berasal dari Tiongkok menggunakan isian kacang hijau.

BACA SELENGKAPNYA: Kue Putu, Jajanan Tradisional yang Sering Dicari Saat Musim Hujan

 



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini