Desa Bejagung dan Perunggahan Wetan Kerjasama Kembangkan Wisata Religi dan Sejarah

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com - Pemerintah Desa Bejagung dan Desa Perunggahan Wetan, Kecamatan Semanding bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kabupaten Tuban melaksanakan kerjasama untuk mengembangkan paket wisata religi dan sejarah yang ada di kedua desa.

Objek wisata religi dan sejarah tersebut terdiri dari Makam Sunan Bejagung Lor, Makam Sunan Bejagung Kidul, Makam Patih Barat Ketigo, dan Makam Dandang Wocono.

Harun Prasetyo, selaku Tenaga Ahli Pengembangan Masyarakat Kabupaten Tuban menjelaskan, saat ini masih dalam taraf konsolidasi pemerintahan karena dalam kerja sama ini harus dimulai dahulu dari musyawarah kerja sama antar desa. Selanjutnya akan dibentuk badan kerja sama antar desa, dan terakhir baru dibentuk BumDesa sebagai penyelenggara kegiatan kerja sama.

“Kita harapkan pada tahun akhir tahun ini secara kelembagaan bisa selesai, sehingga awal tahun 2022 sudah bisa berjalan,” jelasnya, Kamis (7/10/2021).

Harun juga menambahkan, konsep awal paket wisata religi dan sejarah ini nantinya akan dibuat terminal wisata di Bejagung Lor yang sekiranya mempunyai area parkir luas sehingga bisa digunakan untuk parkir bus ataupun elf. Para peziarah nantinya akan dibawa mengunjungi empat objek wisata religi dan sejarah menggunakan alat transportasi yang lebih kecil.

“Untuk formatnya seperti apa masih digodok, bisa saja menggunakan bis kecil, dokar, atau alat transportasi lain,” ujarnya.

Tujuan dari kerja sama mengembangkan paket wisata religi di kedua desa tersebut selain untuk mengembangkan potensi desa, dan mengenalkan sejarah juga untuk mengembangkan ekonomi masyarakat yang ada di kedua desa tersebut.

“Wisata itu memiliki multiefek player, sehingga jika wisata tersebut dikenal maka desanya juga akan semakin popular dan dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat desa sendiri. Selain itu produk unggulan desa yang dulunya hanya dikonsumsi masyarakat lokal setelah adanya wisata ini bisa menjadi lebih maksimal,” sambung Harun.

Ahmad Nur Sulthon, selaku seksi kerja sama antar desa juga menambahkan, untuk pengembangan kawasan wisata religi dan sejarah ini yang terpenting adalah pengelompokkan produk unggulan antar desa menjadi satu fokus, sehingga nantinya bisa dipasarkan pada bumdes bersama dapat berjalan dengan baik dan efektif.

Hal tersebut juga merujuk dari arahan Bupati Tuban tekait pengelompokan produk unggulan ataupun wisata menjadi satu sehingga bisa memberikan kesejahteraan bagi kedua desa tersebut.

Sementara itu, Aang Sutan selaku Kepala Desa Bejagung juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tuban karena melalui Dinas Pengembangan Masyarakat Desa sudah menginisiasi kerja sama antar desa dalam bentuk paket wisata religi dan sejarah.

“Saya mengapresiasi pemkab melalui dispemas dan ini menjadi role model kerja sama antar desa yang dimulai dari bawah, karena selama ini untuk program kerja sama desa didesain dari atas ke bawah sehingga seringkali mengalami kegagalan dalam penerjemahan maupun teknis di lapangan,” jelasnya.

Aang juga berharap bahwa nantinya akan diberikan penguatan pendampingan yang maksimal agar komitmen kerja sama ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk semua masyarakat. [dina/mu]