21:00 . Susur Sungai, BPBD Tuban Temukan Titik Bantaran Sungai Bengawan Solo Longsor   |   20:00 . Satreskrim Polres Tuban Tetapkan FZ Sebagai Tersangka Kasus Investasi Bodong   |   19:00 . Kapalnya Terbakar, Nelayan Palang Telan Kerugian Rp85 Juta   |   18:00 . Sidang Kedua Terdakwa Sabu Hotel Mustika, Saksi Polisi Diperiksa   |   17:00 . Menko Airlangga: Ada Empat Poin Penting untuk Pengembangan UMKM 2022   |   16:00 . Sidang Perdana Guru Spiritual Tuban Didakwa Setubuhi dan Cabuli Tiga Anak   |   15:00 . Penduduk Miskin Bertambah, KNPI Tuban Tawarkan Solusi ke Dinsos   |   14:00 . Juknis BOP RA Tahun 2022 Disosialisasikan, Ini Kriteria Siswa Penerima Bantuan   |   13:00 . Mahasiswa PMII Menuntut Pemkab Tuntaskan Kemiskinan di Tuban   |   12:00 . Perahu Nelayan Tradisional di Tuban Kota Tenggelam   |   11:00 . Tahun 2022, Jutaan Kelompok Rentan Terima Bansos, Mensos Pastikan Optimalisasi Peran Pendamping Sosial   |   10:00 . Peluang Usaha di Era Kekinian - Tuban Digital Forum   |   09:00 . Belalang Goreng, Kuliner Unik dengan Kandungan Protein Tinggi   |   08:00 . Mendag: Mulai Hari Ini Harga Minyak Goreng Rp14.000   |   07:00 . Masuk Musim Penghujan, Orangtua Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak!   |  
Wed, 19 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Watu Tiban, Legenda Nama Kota Tuban hingga Kepercayaan Masyarakat

bloktuban.com | Thursday, 30 September 2021 09:00

Watu Tiban, Legenda Nama Kota Tuban hingga Kepercayaan Masyarakat

Reporter: Dina Zahrotul Aisyi

blokTuban.com- Setiap daerah biasanya memiliki banyak legenda atau cerita rakyat, tak terkecuali Kabupaten Tuban. Salah satu legenda yang terkenal di Tuban adalah cerita Watu Tiban karena diyakini sebagai asal muasal penamaan Tuban yang merupakan singkatan dari watu tiban.

Menurut legenda, pada jaman Majapahit terdapat sepasang burung bangau yang membawa batu dari Majapahit ke Demak, kemudian batu tersebut jatuh karena mendapat sorakan dari anak-anak pengembala. 

Lokasi jatuhnya batu tersebut yang dikenal dengan nama Tuban. Watu tiban adalah sepasang batu yang berupa yoni. Saat ini, baru itu disimpan di Museum Kambang Putih Tuban. Menurut Santi Puji Rahayu, kepala UPTD Destinasi Wisata Terpadu Tuban saat ditemui Kamis (30/9) menjelaskan, batu yoni tersebut merupakan suksesi Majapahit ke Demak sebagai peralihan Hindu ke Islam.

“Kalau secara logika batu tersebut adalah bagian dari candi yoni, kemungkinan dulu ada candi Hindu di sini,” jelas Santi.

Santi juga menjelaskan bahwa watu tiban tersebut seringkali dipercaya masyarakat sebagai “Mbah Watu Tiban” dan dianggap sebagai peninggalan Sunan Bonang karena lokasinya dekat dengan makam Sunan Bonang.

Ia mengatakan bahwa orang-orang dari daerah Rembang, Jawa Tengah dan Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban banyak yang mengunjungi watu tiban untuk nyekar, berdo’a dan ngaji di batu tersebut.

“Kami sudah menjelaskan bahwa batu itu bukan peninggalan islam, tapi ya namanya kepercayaan mereka. Akhirnya kita biarkan saja,” tutupnya.[din/ono]

 

Tag : sejarah, legenda, museum, kambang putih, tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more