19:00 . 6 Destinasi Wisata Air Terjun di Tuban Ini Dijamin Menyegarkan Mata Anda!   |   18:00 . Balap Liar di Tuban Bikin Resah Pengguna Jalan, dari JT Bawah Bergeser ke Tikungan Tundung Musuh   |   17:00 . Alamat Kantor Inspektorat Tuban dan Maklumat Pelayanan 2022   |   16:00 . Netizen Komplain Salah Sasaran ETLE Mau Laporan di Samsat Rumit! Polres Tuban: Mudah, Tidak Sampai 1 Hari   |   15:00 . Lirik Lagu dan Chord Gitar Noah (Peterpan) - 'Di Atas Normal'   |   14:00 . Terima Dua Manfaat, Ini yang Dapat Calon Pegantin Tuban   |   13:00 . Lowongan Kerja S1 untuk 10 Posisi di Wings Group Surabaya   |   12:00 . Ranggalawe Mangkat | Teater Komunitas Warna Tuban   |   11:00 . 6.608 Penduduk Tuban Usia Kerja Menganggur, DPRD: Apa yang Dilakukan Pemkab?   |   10:00 . Wajib Pantau Statistik Batas Nilai Atas dan Bawah yang Diterima SMK di Kabupaten Tuban, Klik Link Berikut   |   09:00 . Ini 4 Tuan Rumah Porprov Jatim VIII Tahun 2023   |   08:00 . 5 Doa Dijauhkan dari Orang Munafik dan Hal Buruk dalam Hidup   |   07:00 . 9 Bencana Kebakaran di Tuban Sejak Januari-Juli 2022, Salah Satunya Rumah Mantan Kades   |   06:00 . Kebakaran 3 Rumah Warga Tuban Salah Satunya Joglo, Kerugian Hampir Rp2 Milyar   |   23:00 . Atlet Tuban, Pelatih dan Cabor Porprov Jatim Diguyur Bonus Rp5-20 Juta   |  
Tue, 05 July 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kanwil Kemenag Jatim Wanti-Wanti Jangan Sampai Muncul Klaster Madrasah

bloktuban.com | Saturday, 25 September 2021 10:00

Kanwil Kemenag Jatim Wanti-Wanti Jangan Sampai Muncul Klaster Madrasah

Reporter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur wanti-wanti agar di Jawa Timur tidak muncul klaster madrasah dalam penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penma) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Jawa Timur, Drs. H.M.Syamsuri, M.Pd saat di Tuban, Sabtu (25/9/2021).

Syamsuri menghadiri kegiatan yang digelar seluruh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se Jawa Timur. Mereka menggelar rapat kerja dan evaluasi (rakerev) di  auditorium Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban di Jalan Manunggal Tuban.

Selain para kepala madrasah, hadir juga para kepala kantor dan para kasi dari Kemenag Tuban, Bojonegoro dan Lamongan. Acara dilaksanakan dengan  menerapkan protokol kesehatan ketat.

H.M.Syamsuri mengatakan, saat ini pandemi Covid-19 masih belum reda. Karena itu, dia mewanti-wanti agar madrasah tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) juga dipastikan semuanya sesuai dengan standar prokses.

‘’Jangan sampai muncul klaster madrasah, disiplin ketat dalam pelaksanaan prokes’’ ujarnya.

Sebab, saat PTM mulai diberlakukan seiring dengan menurunnya level pandemi di sejumlah daerah setelah pelaksanaan PPKM, justru muncul klaster baru dari lembaga pendidikan. Seperti misalnya yang ditemukan di Jakarta atau di daerah lain.

‘’Kalau ditemukan ada yang positif, segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan yang baik,’’tambah dia.

Jika ada yang positif di madrasah, lanjutnya, maka kepala madrasah harus bertindak cepat. PTM segera dihentikan, sedang yang positif ditangani serius dan dilakukan isolasi, sehingga rantai penyebaran virusnya bisa potong.

‘’Saya pesan pada para kepala madrasah, ini harus diperhatikan,’’ katanya.

Hal lain yang disampaikan Syamsuri adalah soal sering munculnya keluhan ada potongan-potongan dari tunjangan. Syamsuri mengatakan, harus banyak sosialiasasi. Juga dibutuhkan kesadaran bersama dari lingkungan madrasah.

‘’Kalau misalnya sebuah madrasah ingin membangun musala, butuh biaya. Maka harus disosialisasikan. Misalnya menarik zakat profesi 2,5 persen, atau bagaimana. Harus dilakukan sukarela dan ada kesadaran sehingga tidak muncul keluhan,’’ urainya.

Juga terkait salah satu dari tujuh kebijakan prioritas kementrian agama adalah transformasi digital untuk peningkatan mutu pendidikan dan layanan. Digital akan berhubungan dengan operator di masing-masing madrasah.

‘’Tolong kesejahteraan operatornya juga diperhatikan. Selain itu, diperhatikan juga regulasi soal komite madrasah, dan kaitannya dengan sumbangan dan sebagainya. Kepala madrasah tolong terus belajar regulasi, belajar dengan senior-senior bagi kepala madrasah yang baru, agar apa yang dilakukan sesuai aturan,’’ tandasnya.

Sementara, Ketua  Wilayah Kerja (wilker) Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Bojonegoro yang membawahkan Tuban, Bojonegoro dan Lamongan Drs.Qomaruddin, M.Pd mengatakan, kegiatan rekerev dilaksanakan oleh wilker Bojonegoro dan dia sekaligus ketua pelaksana kegiatan.

‘’Raker ini membahas banyak agenda dan untuk mengevaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan,’’ terangnya.

Di antaranya agenda yang dibahas adalah terkait dengan pogram kerja KKM, persiapan Porseni madrasah, sosialisasi PP nomor 92/2021 tentang Kedisiplinan serta evaluasi kegiatan pelatihan guru.

‘’Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan prokes yang ketat, sesuai aturan pemerintah,’’ tandas pria yang juga Kepala MTs Negeri 2 Tuban ini. [ono]

 

Tag : madrasah, kemenag



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 July 2022 19:00

    Tantangan Guru di Era Kurikulum Merdeka Belajar

    Tantangan Guru di Era Kurikulum Merdeka Belajar Merdeka belajar merupakan suatu program kebijakan baru yang diputuskan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. beliau mengatakan bahwa program merdeka belajar menjadi suatu terobosan untuk...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat