08:00 . Tak Datang ke Grahadi, Wabup Terpilih Dilantik Online   |   07:00 . Ini Cara Cetak Kartu BPJS dari Hanphonr   |   17:00 . Desa Simo dan Menilo Akan Dipasangi Pipa Air Minum   |   16:00 . Petugas Kesehatan dan TNI Lakukan Tracing di Sandingrowo   |   15:00 . Salami Anggota saat Pamit, AKBP Ruruh Berkaca-kaca   |   14:00 . Pendapa Dibanjiri Karangan Bunga   |   13:00 . Tak Menyerah, Omzet Dagangan Gading Meningkat setelah Pakai Motor Roda Tiga   |   08:00 . Ternyata Banyak Insinyur yang Belum Teregistrasi sesuai UU   |   07:00 . Insecure Bisa Muncul Karena Kejadian Masa Lalu, Ini Cara Mengatasinya   |   20:00 . Lembur Demi Mas Bupati   |   19:00 . Ada Karangan Bunga Raksasa   |   18:00 . Jelang Pelantikan Bupati Tuban, Karangan Bunga Bertebaran   |   17:00 . Resahkan Warga, ODGJ Prambontergayang Dievakuasi Petugas   |   16:00 . Hari Terakhir Menjabat, Fathul Huda Resmikan Kantor MWC NU Semanding   |   14:00 . Satya Widya Yudha : Ini Upaya DEN Membantu Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas   |  
Sun, 20 June 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuban Minta 1000 Vaksin Lansia, Dikirimi 200 Vial

bloktuban.com | Wednesday, 28 April 2021 12:00

Tuban Minta 1000 Vaksin Lansia, Dikirimi 200 Vial

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Kabupaten Tuban kembali mendapat kiriman vaksin Covid-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Vaksin sinovac sebanyak 200 vial tersebut telah datang pada tanggal 26 April 2020 sekitar pukul 17.00 Wib.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo mengatakan awal pekan ini ada kiriman tambahan vaksin untuk para Lansia Bumi Wali. Jumlah yang dikirim tersebut 20 persen dari permintaan awal.

"Kita awalnya minta 1000 vaksin tapi hanya dapat 200 vial untuk lansia," ujar Bambang kepada reporter blokTuban.com, Rabu (28/4/2021).

Mantan Kepala Puskesmas Tambakboyo menyebutkan kebutuhan vaksinsi untuk Lansia masih banyak. 200 vial vaksin Covid-19 akan diberikan untuk kondisi urgent.

Secara keseluruhan vaksinasi di Kabupaten Tuban baru mencapai 40 persen. Proses vaksinasi berhenti total karena ketersediaan vaksin yang kosong di kantor Dinkes di Jalan Brawijaya Tuban.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi lansia di Kabupaten Tuban sebanyak 67 ribu penerima. Vaksinasi tersendat salah satunya akibat pasokan vaksin dikirim bertahap.

Vaksinasi lansia sendiri dimulai pada tanggal 7 April 2021 di Gedung Korpri Kabupaten Tuban. Pelayan publik saat ini yang ditargetkan harus segera selesai adalah tenaga pendidik atau Guru, karena dipersiapkan untuk segera bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Untuk SDM vaksinator kita siap, tapi tergantung dari alokasi vaksin kita targetkan akhir Juni sudah selesai,” tegasnya. [ali/ono]

 

Tag : vaksin.vaksinlansia, tuban

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more