07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Petugas Periksa Pelaku dan 10 Saksi Insiden Penyerangan Petugas Saat Operasi Yustisi

bloktuban.com | Tuesday, 02 February 2021 15:00

Petugas Periksa Pelaku dan 10 Saksi Insiden Penyerangan Petugas Saat Operasi Yustisi

Reporter: Khoirul Huda
 
blokTuban.com - Satreskrim Polres Tuban telah menerima laporan terkait penyerangan terhadap personel Satgas Covid-19 ketika melakukan Operasi Yustisi gabungan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Tuban.
 
Insiden penyerangan terhadap personel Satgas Covid-19 yang dilakukan oleh Tatak salah satu pemilik Cafe/Warung Kopi (Warkop) di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban itu terjadi pada Sabtu (30/1/021) malam.
 
"Sudah kita tangani, kita sudah terima laporan dari Satpol PP," terang Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono di Mapolres Tuban, Selasa (2/2/2021).
 
Mantan Kapolres Madiun itu menambahkan, Satreskrim Polres Tuban telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik warkop yang bersangkutan serta beberapa saksi dan untuk semantara ini kasus tersebut masih didalami oleh Satreskrim Polres Tuban.
 
"Sekarang masih dilakukan pendalaman oleh Satreskrim dan kurang lebih 10 saksi telah diperiksa. Sementara ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan, apabila nanti memenuhi unsur tindak pidana maka kita naikkan statusnya ke tingkat penyidikan," beber Kapolres Tuban.
 
Lebih lanjut, Kapolres Tuban juga menuturkan, berdasarkan dari pengakuan yang bersangkutan orang tuanya merupakan purna Polri. Kendati begitu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan prosedur hukum tetap berjalan.
 
Dia menyayangkan aksi pemilik warkop yang menyerang petugas saat melakukan Operasi Yustisi. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menghargai petugas yang sedang melaksanakan tugas mendisiplinkan masyarakat.
 
"Kami imbau masyarakat menghargai petugas yang melaksanakan tugas dan yakinkan bahwa ini semua untuk kepentingan masyarakat," harap Kapolres.
 
Perlu diketahui, kericuhan berawal saat rombongan petugas tiba sebuah warung/cafe di titik terakhir. Belum sempat parkir, sebuah kendaraan Pick Up berwarna putih melaju kencang dari arah timur menghadang mobil petugas dari barat.
 
Truk Satpol PP yang berada paling depan langsung menepi. Mobil Pick Up terus merangsek dan menyerempet truk bagian depan samping kanan.
 
Pengemudi mobil pick up diketahui pemilik warung tersebut. Keterangan dari petugas di lokasi, pemilik warung sempat cekcok dengan Satpol PP dan sempat memukulnya. Seorang petugas Dishub kemudian berusaha melerai, dan terjadi salah paham kemudian dituduh memukul perut pemilik warung. Sempat juga terjadi aksi kejar-kejaran.
 
Aksi dorong mendorong tak terhindarkan di jalanan dekat warung. Seluruh pengunjung semburat dan ada yang berusaha melerai kericuhan. Selang beberapa waktu, rombongan kemudian bergeser setelah membubarkan seluruh pengunjung untuk mentaati jam malam.
 
Di lokasi kejadian mobil dinas Kasatpol PP Tuban, Hery Muharwanto sempat dihadang dan digedor-gedor kapnya, pintu dan kaca pintu samping tempat duduk.
 
Kabar yang diperoleh Reporter blokTuban.com, setelah operasi Yustisi selesai pelaku dan rombongannya masih sempat mendatangi rumah petugas di Semanding dan Kantor Pemkab Tuban.[hud/ito]
 

Tag : ops, yustisi, covid, tuban

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat