07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Mudah Tersinggung dan Marah, Bisa Jadi Anda Kurang Tidur

bloktuban.com | Friday, 29 January 2021 07:00

Mudah Tersinggung dan Marah, Bisa Jadi Anda Kurang Tidur

Reporter: -

blokTuban.com - Kurang tidur bisa disebabkan oleh masalah fisik, psikologis dan relasional. Institut Ilmu Saraf dan Psikologi Perilaku California menyelidiki hubungan antara kurang tidur dan emosi amarah.

Penelitian sebelumnya menyoroti bahwa kurang tidur bisa memengaruhi kognisi manusia dan kinerja otak secara keseluruhan.

Meninjau literatur akademis, konsesusnya adalah setiap orang membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur setiap malam untuk menjaga kesehatan mental dan fisiknya.

Sehingga tidur dibawah durasi yang ditentukan termasuk kurang tidur. Apalagi bila kurang tidur itu terjadi berturut-turut.

Jadi, bisa dihipotesiskan bahwa kurang tidur bisa berkorelasi dengan perasaan mudah tersinggung, agresi dan tempramen.

"Efek kurang tidur pada suasana hati telah didokumentasikan dengan baik," kata para peneliti dikutip dari Express.

Bahkan kurang tidur satu malam dianggap memperburuk gangguan mood yang sudah ada sebelumnya. Amigdala dianggap sebagai pusat emosional otak yang juga memainkan peran penting dalam mekanisme tidur.

Ketika seseorang kurang tidur, defisit fungsional bisa terjadi antara amigdala dan korteks cingulate anterior ventral. Kondisi ini bisa mengakibatkan suasana hati menurun dan membuat seseorang lebih terbiasa dengan rangsangan negatif.

Kurang tidur juga mengurangi kemampuan korteks prefrontal medial untuk menekan aktivitas di amigdala. Akibatnya, terjadi ketidakstabilan emosi dan gangguan tidur rapid eye movement (REM) yang berkepanjangan terkait dengan perubahan fungsional di beberapa wilayah otak.

Kondisi ini bisa mengakibatkan aktivitas reseptor berubah, yang bisa menyebabkan perubahan suasana hati seperti kemarahan.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur antara tujuh hingga delapan jam setiap malam dapat membantu mengurangi gejala emosi amarah.

Tidur malam yang nyenyak secara konsisten bisa membantu orang menunjukkan lebih sedikit ledakan emosi dan perilaku agresif.

"Hasil ini bisa terlihat dengan perbedaan kecil di antara pria dan wanita dari berbagai kelompok usia," kata tim peneliti.

*Suara.com

Tag : tidur, kurang tidur, psikologis, pendidikan, kesehatan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat