19:00 . Banjir Rob Terjang 5 Kecamatan, BPBD: Kami Lakukan Penanganan Sementara   |   18:00 . Sengketa Tanah di Desa Tuwiri Wetan, Ini yang Dilakukan Pengadilan Negeri Tuban   |   17:00 . Seniman Internasional Ikuti Pameran Drawing SMK TJP Tuban   |   16:00 . Bukan Kelas Inspirasi Biasa, Pimpinan Daerah Tuban Beri Motivasi 200 Siswa untuk Meraih Cita-citanya   |   15:00 . Razia Narkoba Dadakan, Petugas Malah Temukan Obeng hingga Baterai Milik Napi Lapas Tuban   |   14:00 . Tidak Ada Tanggul Pemecah Ombak, Gelombang Tinggi Rusak Rumah Warga Pesisir Tuban   |   13:30 . Kondisi Banjir ROB Tuban   |   13:00 . Indonesia dan Jepang Bahas Pengembangan Ekonomi Kawasan, Apa Goalnya?   |   12:00 . Begini Cara Polres Tuban Kembalikan Kondisi Psikologis Anggotanya Pasca Ops Ketupat Semeru   |   11:00 . Pulihkan Ekonomi Dunia, Mendag Serukan Kembali ke Perdagangan   |   10:00 . BMKG Tuban Imbau Masyarakat Tidak Beraktivitas di Pesisir Pantai!   |   09:00 . Banjir Rob Terjang Pesisir Kabupaten Tuban, BMKG Prediksi Hingga 25 Mei   |   08:00 . Hati-hati! Orang Dewasa Muda Dengan Pradiabetes Lebih Besar RIsiko Alami Serangan Jantung   |   18:00 . Perlu Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN BANGKOK   |   17:00 . 333 Warga Nahdliyin Tuban yang Kesulitan Membaca Dapat Kacamata Gratis   |  
Wed, 25 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?

bloktuban.com | Saturday, 16 January 2021 07:00

Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?

Reporter: -

blokTuban.com - Orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid yang dapat memperparah kondisi jika terpapar Covid-19, berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), belum boleh mendapat vaksinasi Covid-19.

Penyakit komorbid tersebut di antaranya seperti hipertensi, sakit jantung, diabetes melitus, autoimun, tuberkulosis, tumor, kanker, ginjal, hingga paru obstruktif kronis (PPOK).

Tapi bagaimana jadinya jika Anda pemilik penyakit komorbid namun mendapatkan undangan atau SMS blast dari Kementerian Kesehatan untuk disuntik vaksin? Haruskah datang?

Menurut Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, karena ada jarak waktu antara undangan dan jadwal vaksinasi, maka sebaiknya Anda lebih dulu memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter terkait penyakit penyerta yang diderita.

"Sebaiknya dari dokternya, setiap orang itu sudah tahu saya punya komorbid, datang ke dokternya periksa kondisi terakhirnya bagaimana," ujar Prof. Iris dalam diskusi virtual bersama suara.com, Jumat (15/1/2021).

Dari hasil pemeriksaan, biasanya dokter akan memberikan rekomendasi tetap menjalani vaksinasi atau membatalkan jadwal vaksinasi, dengan surat dokter yang disertakan.

Namun direkomendasikan tetap datang ke lokasi vaksinasi sesuai jadwal dan menyerahkan hasil pemeriksaan dan surat dari dokter.

"Kalau memungkinkan, ya sudah sebaiknya dapat surat dari dokter" ungkap Prof. Iris.

Dengan surat keterangan dokter itu, kata Profesor Ahli Imunologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, akan memudahkan dan membantu bagian pengisian form tentang riwayat sakit peserta vaksinasi Covid-19.

"Karena ada meja 1, 2, 3, 4. Meja 2 itu yang ngisi lama, jadi kalau (ada surat) dokter masing-masing orang yang disuntik boleh atau tidak boleh itu akan lebih mempermudah," pungkas Prof. Iris.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more