12:00 . Tips Memulai Bisnis Bucket Snack Kekinian   |   10:00 . Relawan Tambakboyo Tuban Galang Bantuan Korban Erupsi Semeru   |   07:00 . Gejala Infeksi Luka Jahitan yang Wajib Diketahui dan Cara Menanganinya   |   20:00 . Jarak Luncur Guguran Lava Pijar Gunung Semeru 500-800 Meter   |   19:00 . Kelompok Informasi Masyarakat Tersosialiasi di 11 Kecamatan Tuban   |   18:00 . Puluhan Menu Tersaji di Festival Masakan Khas Tuban, Wakili Sisi Utara, Tengah dan Selatan   |   17:00 . Langkah Pemerintah Deteksi Omicron, Testing dan Tracing Perjalanan Internasional   |   16:00 . WHO Jelaskan Omicron, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panik   |   12:00 . All Out Dukung Tim Kebanggaan, Suporter Persatu Tuban Adakan Gerakan Penggalangan Dana   |   11:00 . Alumni SMK TJP Tuban Perkuat Indonesia di Kompetisi Pengelasan Internasional¬†   |   10:00 . Pindah Tugas ke Banda Aceh, Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon Pamitan   |   08:00 . Pengelolaan JDIH Tuban Masuk 10 Besar Terbaik Nasional   |   07:00 . Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya   |   21:00 . Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Natal dan Tahun Baru   |   20:00 . Pekerja yang Bekerja di Harus Terapkan Sistem Perlindungan   |  
Sun, 05 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Vaksin dan 3M Harus Dijalankan Berdampingan Untuk Proteksi Diri

bloktuban.com | Saturday, 12 December 2020 12:00

Vaksin dan 3M Harus Dijalankan Berdampingan Untuk Proteksi Diri

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Kedatangan vaksin COVID-19 pada Minggu (6/12) lalu menjadi kabar baik bagi upaya pencegahan pandemi COVID-19. Setelah datangnya vaksin COVID-19, pemerintah masih menunggu hasil evaluasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) untuk melaksanakan program vaksinasi kepada masyarakat. 

Namun setelah nantinya pelaksanaan vaksinasi berjalan, masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan

3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), karena dengan cara itulah Indonesia bisa cepat keluar dari pandemi COVID-19.

Dr. Ede Surya Darmawan SKM., MDM, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia membenarkan bahwa vaksin itu adalah upaya protektif terhadap penyakit spesifik. Menurutnya, beberapa virus dan bakteri di Indonesia memang sudah lama dilawan dengan imunisasi. 

"Di Indonesia kita mengenal program imunisasi, kemudian beberapa penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi bisa tereleminasi. Vaksin COVID-19 ini juga diharapkan memiliki peran seperti itu nantinya," ujar Ede. 

Lebih jauh lagi Ede menjelaskan perhitungan untung rugi dari program vaksinasi. Nantinya, Vaksin untungnya lebih banyak daripada ketika kita harus sakit. Bukan hanya menelan biaya rata-rata Rp184 juta per orang, tapi rugi karena tidak bisa produktif bekerja. 

"Sejauh ini vaksin sebagai intervensi kesehatan masyarakat dalam pencegahan penyakit menular sudah terbukti efektif sejak lama," tegasnya.

Terkait efek ikutan setelah divaksinasi, menurut Ede hal tersebut hanya sekadar ketidaknyamanan yang bersifat sementara. Sakitnya hanya karena ditusuk jarum suntik, kemudian ada bengkak dan badan panas. Tapi itu tidak akan berlangsung lama. 

Kalau vaksinnya efektif maka akan segera terbentuk antibodi sehingga akan kebal terhadap suatu penyakit yang spesifik.

Sementara itu, berdasarkan cerita Abi Satria, seorang Penyintas COVID-19 setelah terpapar menjadi kerugian secara fisik dan mental. Sebab bukan hanya terdampak pada fisik tapi juga mentalnya.

"Kondisi fisikku di hari ke enam dirawat di Wisma Atlet, tubuh menggigil karena demam, meski AC sudah dimatikan. Pasca sembuh dari COVID-19, fisik sebenarnya sudah mulai membaik, tapi secara mental masih kurang stabil. Aku masih takut keluar dan muncul di depan publik. Setelah aku konsultasikan ternyata memang itu adalah dampak psikologis. Jadi bukan hanya terdampak pada fisik tapi juga mentalnya," kisahnya.

Abi Satria juga mengatakan, seseorang bisa tertular di mana saja dan kapan saja. Bisa jadi tertular dari benda-benda di sekitar. 

Ia juga meyakinkan ke masyarakat yang menganggap COVID-19 hanya konspirasi. Itu nyata. Karena mereka yang belum percaya mungkin belum pernah ada orang terdekatnya yang tertular COVID-19.

“Untuk semua masyarakat yang masih abai dengan 3M, tolong jangan egois karena kita tidak pernah tahu kapan bertemu dengan orang yang imunitasnya sedang rentan. Kita tidak pernah sadar bahwa kita membawa virus kepada yang lebih tua atau muda, jadi jangan egois dan patuhi protokol 3M," pesannya.

Adapun untuk vaksin ia mengajak bersiap menyambut vaksinasi sebagai salah satu bentuk proteksi spesifik agar tidak tertular COVID-19. Tapi proses mendapatkan vaksin masih membutuhkan waktu, karena itu menjaga 3M itu bukan lagi pilihan tapi keharusan di situasi pandemi seperti ini. 

"Bahkan khususnya untuk cuci tangan tidak boleh lepas, tidak ada COVID-19 pun kita harus terus cuci tangan," tutup Dr. Ede. [rof/mu]

Tag : Vakain



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more