17:00 . IKA PMII Tuban Gelar Raker, Berikut Program Prioritasnya   |   15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |   10:00 . Tingkatkan Kapasitas SDM, IAINU Tuban Gelar Bimtek Pengelolaan Kampus   |   09:00 . Sit With Emotion, Salah Satu Cara Memanajemen Quarter Life Crisis   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   08:00 . Terima Asimilisasi, 20 WBP Bisa Jalani Hukuman di Rumah   |   07:00 . Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak, Ini 6 Tanda Pola Asuh Anda Buruk!   |   18:00 . Tahun Ini, BUMDes Compreng Rencanakan Tambah Unit Usaha   |  
Sun, 16 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kondisi Mabuk, Buat Pria di Tuban ini Nekat Begal Payudara

bloktuban.com | Tuesday, 03 November 2020 13:00

Kondisi Mabuk, Buat Pria di Tuban ini Nekat Begal Payudara

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - AF (30), seorang kuli bangunan sekaligus residivis asal Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban nekat melakukan aksi pelecehan seksual begal payudara dengan sasaran perempuan yang sedang mengendarai motor.

Aksi tersebut dilakukan oleh pelaku hingga lima kali dibeberapa lokasi berbeda selama kurun waktu sekitar satu bulan. Pelecehan seksual di jalanan itu dilakukan setelah pelaku meminum minuman beralkohol jenis Es Moni.

"Pelaku ini sebelum melakukan aksinya meminum minuman keras jenis arak di campur dengan ekstrajoss dan susu namaya Es Moni. Setelah melakukan perbuatan itu pelaku kemudian memuaskan hawa nafsunya dengan melakukan masturbasi," terang Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono saat Konferensi Pers, Selasa (3/11/2020).

[Baca juga: Begal Payudara Diringkus, Setelah Beraksi Remas Perempuan dari Pasar ]

Kapolres menambahkan, dari keterangan pelaku aksi pelecehan seksual tersebut telah dilakukan hingga lima kali dalam waktu kurun sekitar satu bulan. Dengan titik lokasi kejadian di kawasan Jalan Kepet, Desa Tunah, Kecamatan Semanding dan Jalan Merakurak-Jenu.

Lebih lanjut, dia mengimbau kepada masyarakat apabila memang masih ada yang menjadi korban begal payudara agar segera melaporkan kejadian itu ke Polres Tuban. Dan jika mungkin ada pelaku lain akan segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Arifin saat di Mapolres Tuban mengaku perbuatan itu dilakukan untuk menuruti hawa nafsu setelah meminum minuman keras. "Iya, sebelum melakukan itu saya minum Es Moni," jelas pria bertato tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 290 ke 1 e KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun serta Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.[hud/ito]

Tag : begal, payudara, tuban, beji, jenu



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more