18:00 . Kopdar Komunitas di Jatirogo Dibubarkan Polisi dengan Alasan Prokes   |   16:00 . Menikmati Kelapa Muda Sambil Liburan di Pantai Tuban   |   14:00 . Saat Ini Okupansi Hotel di Tuban Turun Dibawah 10 Persen   |   11:00 . Masa Tunggu Haji di Tuban Capai 31 sampai 32 Tahun   |   09:00 . Satgas Waspadai Mutasi Corona dari Pekerja Migran   |   07:00 . Tips Memperbaiki Kesehatan Keuangan Pasca Lebaran   |   16:00 . ASN dalam Menyikapi Larangan Mudik di Masa Pandemi Covid-19   |   15:00 . Kapolres dan Dandim Tuban Pastikan Penerapan Prokes di Lokasi Wisata   |   12:00 . Unik, Tiang Masjid Setinggi 27 Meter Berdiri Tanpa Alat Berat   |   09:00 . Penyekatan Arus Balik Dimulai, Puluhan Kendaraan Diputarbalikkan   |   08:00 . Pesan Hoax Ledakan Corona Menyebar hingga Tingkat RT   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   14:00 . Tak Segera Diperbaiki, Jembatan Glendeng Kini Malah Ditutup Total   |   13:00 . Dampak Penyekatan di Tuban, Kasus Harian Corona di Bawah 15   |   12:00 . Walah..!!! Gegara Ini Akses Jembatan Darurat Glendeng Ditutup   |  
Sun, 16 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Konferwil 2 AMSI Jatim

Agus Sudibyo Beber Syarat Take Down Berita

bloktuban.com | Saturday, 24 October 2020 13:00

Agus Sudibyo Beber Syarat Take Down Berita

Reporter: M. Nur Rofiq

blokTuban.com - Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers, Agus Sudibyo memaparkan permasalahan media siber menghadapi permintaan take down pemberitaan.

Menurutnya, secara teori, tidak ada pihak manapun yang boleh memaksa redaksi mencabut berita atau menurunkan berita semena-mena (sepihak). Namun secara praktik, tergantung kebijaksanaan redaksi masing-masing.

[Baca juga: Saat Pandemi, Media Lokal Lebih Banyak Diminati ]

"Tapi tentu Dewan Pers menghargai kalau media bisa menyelesaikan sendiri sesuai UU Pers itu lebih bagus. Tapi jangan sampai karena tekanan eksternal, kalau itu terjadi lama-lama akan mengancam kemerdekaan Pers," jelas Agus Sudibyo dalam diskusi media siber yang dimoderatori Pemred TIMES Indonesia, Yatimul Ainun, di Konferwil AMSI Jatim 2, Sabtu (24/10/2020).

Ia menegaskan, redaksi boleh menolak permintaan take down berita dikecualikan untuk pemberitaan yang berbau SARA, pemberitaan yang merendahkan harkat dan martabat perempuan, pemberitaan yang tidak melindungi identitas anak-anak di bawah umur yang menjadi pelaku tindakan melanggar hukum tertentu.

"Jadi dimungkinkan proses pencabutan berita kalau terkait dengan hal di atas. Tapi itupun tidak semena-mena, tidak langsung, itu melalui mekanisme penyelesaian sengketa," tandasnya.

Senada, CEO Tirto.id, Sapto Anggoro membenarkan hal tersebut. Maka, penting adanya diskusi antara jajaran redaksi baik editor hingga redaktur pelaksana yang akan mempertimbangkan cover both side dan kelengkapan data sebelum berita benar-benar diturunkan. Ia juga menceritakan pengalaman menurunkan berita. Antara lain berita soal kasus korupsi

Tag : konferwil, amsi, jatim

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more