15:00 . Jokowi Longgarkan Prokes, Penjual Masker di Tuban Masih Bertahan   |   14:00 . Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan di PIT Naik!   |   13:00 . Libur Akhir Pekan, Pengunjung Wisata Pantai Remen Tuban Capai 2.000 Orang   |   12:00 . Terlanjur Nyaman, Sebagian Masyarakat Tuban Enggan Lepas Masker   |   11:00 . Ini Tiga Tokoh Kunci pada Mitos Goa Ngerong   |   10:00 . Pengelola Mangrove Center Tuban Keluhkan Fenomena Banjir Rob   |   09:00 . Warga Prunggahan Kulon Ditemukan Tewas di Bekas Tambang, Ini Kronologinya!   |   08:00 . Orangtua, Ini Tips Mendorong Anak untuk Mau Mengonsumsi Makanan Sehat   |   18:00 . Jatim Series Jember Jadi Evaluasi Rider ISSI Tuban Sebelum Porprov 2022   |   17:00 . Suzuki Baleno Kecelakaan Karambol Libatkan Dua Truk   |   16:00 . Jembatan Glendeng Resmi Ditutup, Pemotor Pilih Jalan Alternatif   |   15:00 . Jokowi Serukan Belanja Produk dan Wisata Dalam Negeri di Peluncuran Gernas BBI   |   14:00 . Hanya 2 Jam, 134 Anak di Tuban Selesai Dikhitan Massal   |   13:00 . PKL Taman Sleko Tuban Diminta Tak Ganggu Pengguna Jalan   |   12:00 . Ketakutan Warga Gesikharjo Sandarkan Kapalnya Dekat Makam Asmoroqondi   |  
Sun, 22 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Merasa Mampu, 3 Warga Tuban Kembalikan BST

bloktuban.com | Thursday, 14 May 2020 10:00

Merasa Mampu, 3 Warga Tuban Kembalikan BST

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Tiga warga Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban hari ini Kamis (14/5/2020) mengembalikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI sebesar Rp600.000.

Mereka menilai bantuan Covid-19 tersebut kurang tepat jika diterima, sehingga langsung dikembalikan ke petugas PT. Pos Indonesia sebagai juru bayar.

Salah satu warga Talun, Montong yang jujur adalah keluarga Edi Harianto (34). Dia kaget nama istrinya Peni Mufita masuk daftar penerima BST Covid-19. Karena ada halangan, suami mewakili disaksikan warga, Camat Montong, Suwoto, bersama Kapolsek dan Danramil setempat.

"Secara ekonomi keluarga kami kurang pantas menerima bantuan ini, karena banyak tetangga yang masih lebih membutuhkan. Itulah alasan kami mengembalikan," terang Edi kepada reporter blokTuban.com.

Ditambah istri Edi bernama Peni Mufita juga saat ini menjabat Sekretaris Desa (Sekdes) Talun. Sebagai pejabat publik di desa tentu tidak boleh menerima BST di masa pandemi ini.

Keluarga Edi terakhir menerima Bantuan Langsung Tunai (BST) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Itupun yang menerima ibunya bernama Usrin, ketika masih satu Kartu Keluarga (KK).

"Sekarang kami sudah beda KK dan masih tinggal serumah, tapi istri dan ibu malah terdaftar penerima. Entah Kemensos acuan datanya darimana," kisah pria yang menekuni usaha pertanian di Talun.

Hal serupa diceritakan, Usrin warga Talun yang mengembalikan BST. Daripada berantem dengan tetangga yang lebih membutuhkan, tindakan mengembalikan yang paling tepat.

"Semoga diawali kami lebih banyak penerima yang mampu dengan sadar mengembalikan bantuan," sambung Usrin sembari menegaskan ekonominya membaik dalam 10 tahun terakhir setelah menerima BLT tahun 2009 silam.

Ditambahkan oleh Masruriati (68) yang juga warga Talun kelahiran Kecamatan Merakurak. Sebagai istri pensiunan PNS, dirinya merasa sudah cukup makan dari uang pensiunan.

"Masih banyak tetangga yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan pemerintah ini," tegasnya.

Petugas kantor Pos Catur Ahaddi Nizar selaku Ketua Satgas BST Kabupaten Tuban sekaligus bantu juru bayar di Kecamatan Montong mengapresiasi langkah ketiga warga Montong. Hal ini merupakan bentuk kejujuran, dan sangat langka.

"Uang yang dikembalikan ini secara mekanisme PT. Pos Indonesia mengembalikan ke Kemensos," tambah Catur.

Camat Montong, Suwoto bangga dengan ketiga warganya yang dengan sukarela mengembalikan BST, dan lebih mementingkan tetangganya yang lebih membutuhkan.

"Kami harapkan tindakan warga Montong menjadi contoh bagi penerima bantuan serupa di Kabupaten Tuban," pungkas Suwoto yang sebelumnya bertugas di Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban.

Merujuk data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Tuban, jumlah penerima BST sebanyak 31.163 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Terdapat dua mekanisme penyaluran BST, yaitu transfer langsung dari Kemensos RI dan via Kantor Pos.

Pada tahap pertama, sebanyak 7.193 KPM telah ditransfer via bank yang ditunjuk oleh Kemensos RI, dimana masing-masing KPM akan memperoleh BST sejumlah 600 ribu. Sisanya sebanyak 23.970 KPM akan dibayarakan oleh Kantor Pos selama seminggu ke depan. [ali/rom]

Tag : Bantuan, BLT, Kemensos



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more