12:00 . Tips Memulai Bisnis Bucket Snack Kekinian   |   10:00 . Relawan Tambakboyo Tuban Galang Bantuan Korban Erupsi Semeru   |   07:00 . Gejala Infeksi Luka Jahitan yang Wajib Diketahui dan Cara Menanganinya   |   20:00 . Jarak Luncur Guguran Lava Pijar Gunung Semeru 500-800 Meter   |   19:00 . Kelompok Informasi Masyarakat Tersosialiasi di 11 Kecamatan Tuban   |   18:00 . Puluhan Menu Tersaji di Festival Masakan Khas Tuban, Wakili Sisi Utara, Tengah dan Selatan   |   17:00 . Langkah Pemerintah Deteksi Omicron, Testing dan Tracing Perjalanan Internasional   |   16:00 . WHO Jelaskan Omicron, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Panik   |   12:00 . All Out Dukung Tim Kebanggaan, Suporter Persatu Tuban Adakan Gerakan Penggalangan Dana   |   11:00 . Alumni SMK TJP Tuban Perkuat Indonesia di Kompetisi Pengelasan Internasional¬†   |   10:00 . Pindah Tugas ke Banda Aceh, Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Viliala Romadhon Pamitan   |   08:00 . Pengelolaan JDIH Tuban Masuk 10 Besar Terbaik Nasional   |   07:00 . Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya   |   21:00 . Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Natal dan Tahun Baru   |   20:00 . Pekerja yang Bekerja di Harus Terapkan Sistem Perlindungan   |  
Sun, 05 December 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tiga Tahun Jadi Pilot Paralayang, Perempuan Ini Sabet Puluhan Medali

bloktuban.com | Wednesday, 08 April 2020 11:00

Tiga Tahun Jadi Pilot Paralayang, Perempuan Ini Sabet Puluhan Medali

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Lewat bukunya yang kemudian hari diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menuangkan gagasan yang menyentikkan semangat pada kaum perempuan.

"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "Aku tiada dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "Aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung."

Semangat yang disuntikkan Kartini ini menjadi penting mengingat banyakya penghalang bagi perempuan, untuk merealisaskan potensinya dalam mencapai sesuatu atau menjadi pempimpin di bidangnya. Meski secara potensi, perempuan tidak kalah dari laki-laki.

Sosok keberanian kartini masa kini, dapat ditemukan dalam diri Langking Ayu Pratiwi. Pilot muda paralayang ini mengenal paralayang sejak kelas 1 SMKN 1 Tuban.

Puluhan medali telah disumbangkan untuk Kabupaten Tuban. Tertinggi medali Emas di ajang Porprov Jatim 2019 lalu.

Mulai 2017, dara berusia 20 tahun aktif menyabet medali sampai sekarang. Dalam setahun rata-rata 4-5 medali dibawa pulang. Prestasinya mulai level lokal hingga nasional.



Langking sendiri lahir 10 Agustus 2000. Sebagai pilot pemula, dia spesialis Ketepatan Mendarat (KTM). KTM merupakan lisensi pemula yang harus dituntaskan, sebelum naik level yang lebih tinggi.

"Paling lama terbang 1,5 jam sekali lompatan," terang Langking, Rabu (8/4/2020).

Beragam even telah dilakoni, mulai di Padang Sumatera, NTT, Jogjakarta, Majalengka, hingga lokal Jawa Timur. Kemanapun pilot muda ini tetap membawa nama Tuban. Di Majalengka event pertama yang diikutinya dan berjalan lancar.

Untuk mengasah skill, dalam sepekan Langking latihan 4 hari, baik fisik lapangan maupun terbang. Diawali pemanasan setelah itu latihan membuka parasut.

"Untuk terbang biasa di Trantang kalau buka parasut di pantai atau lapangan Sugihwaras," imbuhnya.

Selama menjadi atlet, prestasi akademiknya beriringan dengan paralayang. Pihak sekolah justru sangat mendukung, karena membanggakan lembaga dan orang tua.

Di balik prestasi gemilang, ada sisi pahit yang pernah dialaminya. Cidera waktu terbang di Padang tahun 2018 lalu. Dia gagal landing dan berakhir jatuh dari ketinggian di atas 10 meter.

Dari pengalaman itulah, saat ini Langking terbang lebih hati-hati. Butuh setahun mengembalikan trauma menjelang Porprov 2019.

Traumanya kembali muncul, setelah melihat temannya jatuh saat uji angin di ajang Porprov. Dia tahu rasa sakit yang dialami rekan pilotnya itu.

Selepas lulus SMK tahun 2019, Langking belum terbesit melanjutkan studinya. Dia masih fokus untuk berlatih menghadapi even paralayang berikutnya. Sepanjang karir, pilot perempuan ini mampu terbang lebih dari 200 kali. [ali/ito]

Tag : paralayang, tuban, juara, smk



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more