15:00 . Jokowi Longgarkan Prokes, Penjual Masker di Tuban Masih Bertahan   |   14:00 . Akibat Cuaca Buruk, Harga Ikan di PIT Naik!   |   13:00 . Libur Akhir Pekan, Pengunjung Wisata Pantai Remen Tuban Capai 2.000 Orang   |   12:00 . Terlanjur Nyaman, Sebagian Masyarakat Tuban Enggan Lepas Masker   |   11:00 . Ini Tiga Tokoh Kunci pada Mitos Goa Ngerong   |   10:00 . Pengelola Mangrove Center Tuban Keluhkan Fenomena Banjir Rob   |   09:00 . Warga Prunggahan Kulon Ditemukan Tewas di Bekas Tambang, Ini Kronologinya!   |   08:00 . Orangtua, Ini Tips Mendorong Anak untuk Mau Mengonsumsi Makanan Sehat   |   18:00 . Jatim Series Jember Jadi Evaluasi Rider ISSI Tuban Sebelum Porprov 2022   |   17:00 . Suzuki Baleno Kecelakaan Karambol Libatkan Dua Truk   |   16:00 . Jembatan Glendeng Resmi Ditutup, Pemotor Pilih Jalan Alternatif   |   15:00 . Jokowi Serukan Belanja Produk dan Wisata Dalam Negeri di Peluncuran Gernas BBI   |   14:00 . Hanya 2 Jam, 134 Anak di Tuban Selesai Dikhitan Massal   |   13:00 . PKL Taman Sleko Tuban Diminta Tak Ganggu Pengguna Jalan   |   12:00 . Ketakutan Warga Gesikharjo Sandarkan Kapalnya Dekat Makam Asmoroqondi   |  
Sun, 22 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Dampak Rupiah Melemah, Harga Tahu di Tuban Naik

bloktuban.com | Saturday, 21 March 2020 10:00

Dampak Rupiah Melemah, Harga Tahu di Tuban Naik

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Produsen tahu di Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban berencana menaikkan harga tahu karena harga kedelai naik.

Kenaikan tersebut imbas pelemahan rupiah atas dolar yang pada Sabtu (21/3/2020) siang mencapai Rp15.999/dolar AS.

"Harga kedelai hari ini naik Rp8.000 per Kilogram, dari semula Rp7.200 sampai Rp7.500," terang Pemilik pabrik tahu, Wardam kepada reporter blokTuban.com.

Dengan naiknya harga kedelai sebagai bahan utama produksi tahu, produsen di Tuban dibuat galau. Ada beberapa opsi yang akan dilakukan produsen, mulai dari menaikkan harga tahu hingga memperkecil ukuran tahu.

Bagi Wardam, menaikkan harga tahu merupakan pilihan yang logis. Untuk mendapat keuntungan dan memperkecil kerugian, dirinya memilih untuk mempertahankan ukuran tahu.

Tahu hasil produksinya biasa dibeli oleh pedagang mulai Desa Keradenan sampai Paciran, Lamongan. Untuk wilayah Barat mulai Kecamatan Jenu sampai Sarang, Rembang.

"Sekarang untuk Jenu-Sarang dihentikan karena sistem pembayarannya sulit," imbuh pria yang mulai menjadi buruh sejak tahun 1966 ini.

Dijelaskan Wardam, sebelum rupiah melemah harga kedelai masih stabil Rp6.500 per Kilogram. Usaha tahu miliknya dalam sehari bisa menghabiskan 5 sampai 6 kwintal dan sekarang menurun hingga 2 kwintal.

Pengurangan produksi ini juga berdampak pada pendapatan. Jika sebelumnya dalam sehari mendapat Rp5 sampai Rp6 juta, hari ini menyusut hingga Rp2 juta.

Dia mengharapkan nilai tukar rupiah atas dolar kembali stabil dalam waktu cepat. Sehingga produksi tahu kembali stabil dan produsen tahu tidak dibuat pusing.

"Per papan biasanya Rp2.300 sekarang akan dinaikkan Rp2.600," pungkasnya.  [ali/rom]

Tag : harga tahu, tahu tuban, produksi tahu



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more