14:00 . Kasus Covid-19 Naik, Menko Marves Belum Berpikir Terapkan PPKM Darurat   |   13:00 . Kaya Akan Gizi, Perempuan Ini Sulap Olahan Ikan Tongkol Jadi Abon   |   10:00 . Cerita Pelaku UMKM Mempertahankan Bisnisnya di Tengah Pandemi   |   09:00 . Masih Banyak ODGJ Terlantar, Komunitas Resik Tuban Ingin Bantu Para ODGJ   |   08:00 . Didemo Pemuda Enam Desa, Ini Jawaban Pertamina Rosneft   |   07:00 . Terapkan Isi Piringku dalam Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas   |   20:00 . Kendalikan Omicron Tuban Buat Pamor Keris   |   19:00 . Dulu Warga Kampung Miliarder Kaya Raya, Sekarang Susah Makan Tak Punya Pekerjaan   |   18:00 . Beberapa Hari Nihil, Kasus Covid-19 di Tuban Naik 6 Orang Suspect Dalam Sehari   |   17:00 . Relaksasi Bisa Jadi Cara Penanganan Nyeri Ringan Tanpa Obat   |   16:00 . Juli, Kemenag Tuban Targetkan Anggaran Program Kerja Terealisasi 75 Persen   |   15:00 . Pemuda Kaliuntu Klaim Dapat Pesan Bernada Ancaman Sebelum Demo   |   14:00 . Demo Memanas, Kades Ring 1 GRR Marahi Pegawai Hingga Ancam Lapor Ahok   |   13:00 . Kapolres Tuban Minta Korban Penipuan Investasi Bodong Segera Lapor   |   12:00 . Petani Keluhkan Pupuk Subsidi yang Susah Didapatkan   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kesalahan Keuangan yang Dilakukan Perempuan dan Cara Mengatasinya

bloktuban.com | Sunday, 08 March 2020 07:00

Kesalahan Keuangan yang Dilakukan Perempuan dan Cara Mengatasinya

Reporter: -

blokTuban.com - Jika berbicara soal keuangan, perempuan memang lebih peka daripada laki-laki. Namun, perempuan juga yang terkadang paling banyak melakukan kesalahan dalam hal keuangan.

Perempuan gampang 'khilaf' jika tergoda oleh diskon dan bahkan berani mengambil cicilan kartu kredit hanya demi sebuah tas atau sepatu impian. Dan karena godaan-godaan ini, tidak sedikit perempuan yang kesulitan mengatur keuangannya setiap bulan.

Ligwina Hananto, seorang Financial Trainer dari QM Training mengatakan bahwa kesalahan yang dilakukan perempuan dalam hal finansial adalah karena adanya kecenderungan terlalu bergantung pada orang lain, terutama kepada ayahnya atau suami.

“Kesalahan utama perempuan adalah tidak memperhatikan kondisi finansialnya sejak dini, mengandalkan laki-laki untuk menopang hidupnya (ayah lalu suami), dan tidak menyiapkan pensiun. Padahal banyak perempuan yang hidup lebih lama daripada pasangannya,” ungkap Ligwina Hananto kepada kumparanWOMAN, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sifat perempuan yang cenderung selalu mengandalkan laki-laki itu diibaratkan seperti pemikiran putri zaman dulu, di mana para putri selalu menunggu pangeran tampan yang datang untuk menyelamatkannya dari masalah apapun.

Pemikiran seperti itulah yang membuat perempuan kesulitan untuk mandiri secara finansial. Perempuan jadi berharap ada ayah atau suami yang akan membantu mereka jika nantinya keuangan tidak stabil.

Oleh karena itu, mulai sejak menjadi ‘first jobber’ di usia 20-an, penting sekali bagi perempuan untuk memiliki kemampuan untuk mengelola uang, agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan fatal di kemudian hari.

Menurut penuturan Ligwina, ada empat pilar ‘Jagoan Finansial’ yang bisa diterapkan oleh perempuan muda agar terhindar dari kesalahan keuangan yang sering dilakukan. Simak ulasannya berikut ini.

1. Menghasilkan uang

Ada baiknya sejak muda perempuan harus berlatih untuk bisa menghasilkan uang sendiri, sehingga bisa merasakan sulitnya mencari uang agar nantinya bisa mengapresiasi uang yang sudah didapatkan.

“Jika suatu hari memutuskan berhenti bekerja, jadi ibu rumah tangga, Anda harus mempertahankan kemampuan mengelola keuangan itu. Jadi walau menjadi ibu rumah tangga, tetap bisa menghasilkan uang.”

2. Berbelanja

Jika pada umumnya orang menganggap berbelanja bisa memperburuk keuangan, Ligwina berpendapat sebaliknya. Menurutnya, berbelanja itu bisa mengajarkan seseorang untuk mengambil keputusan dengan informasi yang lengkap. Hal inilah yang akan melatih perempuan menjadi lebih bijak dalam menggunakan uangnya di masa yang akan datang.

3. Berbagi

Berbagi memang menjadi salah satu hal yang mulia. Tapi bukan berarti perempuan mau saja ketika dimanfaatkan orang lain sebagai ‘ATM berjalan’. Berbagi disini mengajarkan seseorang untuk terbiasa berempati dan juga mengerti tanggung jawab membantu orang lain.

“Kalau sudah mengapresiasi uang sendiri, tentu nantinya juga mengerti bahwa selain menolong diri sendiri, penting bagi kita untuk bisa menolong orang lain lebih lama.” Jika sudah paham soal konsep berbagi ini, berarti perempuan harus lebih berhati-hati dan bijak saat akan memberi bantuan finansial pada orang lain.

4. Menabung

“Semua pemboros di luar sana, dari kecil sudah diajari menabung, tetapi tidak diajari berbelanja. Harusnya, menabung itu beriringan dengan berbelanja, berbagi dan menghasilkan uang.”

Hal ini perlu dilakukan agar perempuan tidak hanya tahu pentingnya menabung, tetapi juga bisa lebih dewasa dan bijak saat ingin memakai uang tabungannya suatu saat nanti. Apabila menabung dan berbelanja tidak seimbang, maka keuangan bisa ludes begitu saja tanpa ada hasil yang jelas.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more