20:00 . Pemuda Ini Benjol-Benjol Usai Dikeroyok Sekelompok Orang Tak Dikenal   |   19:00 . Warna Hijab Paling Banyak Diminati Remaja, Bikin Kulit Terlihat Lebih Cerah!   |   18:00 . Laris Manis, Aneka Jajanan Murmer Beromzet Ratusan Ribu per Hari   |   09:00 . Rahasia Bisnis Kue Dumbeg Bertahan hingga Tiga Generasi   |   07:00 . Studi Buktikan Lingkungan Hijau dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anak   |   18:00 . Penyuluh Agama Kecamatan Widang Lakukan Gibas Buluh   |   17:00 . Bermodalkan Rp200 Ribu, Pengusaha Kue Ini Beromzet Jutaan   |   13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |  
Thu, 21 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Usia Tak Jadi Hambatan untuk Terus Berjualan

bloktuban.com | Sunday, 14 April 2019 17:00

Usia Tak Jadi Hambatan untuk Terus Berjualan

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Meski usianya sudah lanjut,  bukan berarti ia berpangku tangan. Sebaliknya perempuan berusia 69 tahun ini masih terus giat bekerja.

Perempuan asal Kelurahan Karang dalam kesehariannya ini berjulan jagung bakar di Jalam Hayam wuruk, dekat dengan pasar Baru Tuban. Sudah 11 tahun dia berjulan jagung bakar, tepatnya setelah meninggalnya sang suami.

Pukul 1 dini hari ketika kebanyakan orang sedang terlelap, Ngastilah berjalan kaki dari rumhanya sejauh 3 kilometer untuk pergi ke pasar bokarang guna membeli jagung.  Setelah mendapatkannya ia masih harus berjalan sejauh 500 meter dengan mengendong karung yang berisi 150 jagung ke lokasi jualannya. Kurang lebih 3 kali ia harus bolak - balik dari pasar ke lokasi julannya untuk mengakut jagung, karena ia tak kuat mengangkut sekali jalan. Setelah terkumpul di lokasi jualan ia kembali pulang ke rumah,  dan pukul 7.30 WIB ia kembali berjalan kaki ke lokasi jualannya untuk memulai berjulan.

"Jagung habis baru pulang ke rumah," kata Ngastilah.

Dalam sehari, ia mendapat uang sekitar 100 ribu,  nantinya uang tersebut akan dibuat untuk mebeli jagung lagi,  kurang lebih dari berjupan jagung ia mendapatkan untung sekitar Rp25 ribu. Perempuan yang mempunyai dua anak ini sebenarnya dilarang oleh anak - anaknya untuk berjualan,  tapi ia berkilah tidak ingin menyusahkan anak - anaknya untuk itu ia masih terus berjulan.

"Selama saya masih kuat berjualan,  saya akan terus berjulan tidak ingin menyusahkan siapa - siapa,"ungkapnya. [nid/ito] 

Tag : jualan, jagung, tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more