20:00 . Pemuda Ini Benjol-Benjol Usai Dikeroyok Sekelompok Orang Tak Dikenal   |   19:00 . Warna Hijab Paling Banyak Diminati Remaja, Bikin Kulit Terlihat Lebih Cerah!   |   18:00 . Laris Manis, Aneka Jajanan Murmer Beromzet Ratusan Ribu per Hari   |   09:00 . Rahasia Bisnis Kue Dumbeg Bertahan hingga Tiga Generasi   |   07:00 . Studi Buktikan Lingkungan Hijau dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anak   |   18:00 . Penyuluh Agama Kecamatan Widang Lakukan Gibas Buluh   |   17:00 . Bermodalkan Rp200 Ribu, Pengusaha Kue Ini Beromzet Jutaan   |   13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |  
Thu, 21 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Banjir Rendam Buku, Musala, dan Batalkan Ujian

bloktuban.com | Wednesday, 06 March 2019 08:00

Banjir Rendam Buku, Musala, dan Batalkan Ujian RENDAM RUANGAN : Air Akibat Luapan Sungai Merendam Ruangan

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Banjir kembali menerjang KB/RA Muslimat NU dan MI Salafiyah Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Banjir kali ini merendam buku, kelas, musala. Bahkan akibat genangan air ini, ujian Penilaian Tengah Semester (PTS) batal digelar.

"Banjir bandang kiriman ini gara-gara hujan lebat semalam," ujar Guru KB/RA Muslimat NU Salafiyah, Khusnul Afidah, ketika ditemui blokTuban.com di lokasi, Rabu (6/3/2019).

Lembaga di bawah naungan Yayasan Salafiyah Merakurak ini, menjadi langganan terjangan banjir. Sungai di depan sekolah tak mampu menampung debit air, akhirnya meluber ke dalam kelas. 

Tiap kali banjir, proses belajar mengajar langsung diliburkan. Para siswa kembali masuk, jika kondisi sekolah sudah bersih dari sisa lumpur. Biasanya seluruh guru akan kerja bakti, dan memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman untuk belajar. 

"Hari ini mulai diliburkan, besok tanggal merah dan Jumat semoga bisa dipakai belajar,"  harapnya.

Tercatat sejak tahun 1995, yayasan Salafiyah terdampak banjir bandang. Dua tahun terakhir tidak ada banjir, dan baru di awal 2019 banjir kembali melanda. 

Secara rinci yang terendam yaitu tape, alat peraga, lemari, buku-buku, kantin, UKS, kelas, tempat wudlu, kolam renang. Tinggi air di halaman sekolah setinggi lutut orang dewasa. 

Guru MI Salafiyah, Abdur Rofiq, menjelaskan semestara ujian PTS diliburkan dan diundur jadwalnya. Ujian dimulai hari Jumat pekan lalu dan selesai Sabtu besok. 

"Gak ada kelas atau buku yang terendam. Hanya aktifitas belajar diliburkan," pungkasnya. [ali/ono]

 

Tag : banjir, sungaimeluap, ujianbatal, sekolah, rendamsekolah



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more