07:00 . Ini Cara Cetak Kartu BPJS dari Hanphonr   |   17:00 . Desa Simo dan Menilo Akan Dipasangi Pipa Air Minum   |   16:00 . Petugas Kesehatan dan TNI Lakukan Tracing di Sandingrowo   |   15:00 . Salami Anggota saat Pamit, AKBP Ruruh Berkaca-kaca   |   14:00 . Pendapa Dibanjiri Karangan Bunga   |   13:00 . Tak Menyerah, Omzet Dagangan Gading Meningkat setelah Pakai Motor Roda Tiga   |   08:00 . Ternyata Banyak Insinyur yang Belum Teregistrasi sesuai UU   |   07:00 . Insecure Bisa Muncul Karena Kejadian Masa Lalu, Ini Cara Mengatasinya   |   20:00 . Lembur Demi Mas Bupati   |   19:00 . Ada Karangan Bunga Raksasa   |   18:00 . Jelang Pelantikan Bupati Tuban, Karangan Bunga Bertebaran   |   17:00 . Resahkan Warga, ODGJ Prambontergayang Dievakuasi Petugas   |   16:00 . Hari Terakhir Menjabat, Fathul Huda Resmikan Kantor MWC NU Semanding   |   14:00 . Satya Widya Yudha : Ini Upaya DEN Membantu Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas   |   11:00 . Resahkan Warga, ODGJ Prambontergayang Dievakuasi   |  
Sun, 20 June 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tanaman Cabai di Sumberagung Mendadak Mati

bloktuban.com | Thursday, 21 February 2019 08:00

Tanaman Cabai di Sumberagung Mendadak Mati

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - Petani cabai di Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, heran melihat tanamannya mati mendadak tak wajar seperti tersiram air panas, dan tidak menyeluruh.

"Rata-rata matinya separuh batang," ujar petani cabai, Sugeng, ketika ditemui blokTuban.com disela panen dini, Kamis (21/2/2019).

Istilah petani lokal fenomena itu disebut bun upas. Saat batang bawah yang terserang langsung layu. Begitupun dengan dahan dan daun yang kena juga langsung mengering.

Penyakit yang belum diketahui pasti namanya ini, mulai muncul bulan Januari 2019. Belum ada obat untuk tanaman cabai yang usianya empat bulan.

"Dulu tanamnya bulan September 2018," jelasnya.

Tanaman cabai di lahan seluas 1/4 hektar lebih itu, separuhnya sudah mati. Yang hidup dan berbuah langsung dipanen, untuk mengurangi kerugian berlipat ganda. Cabai milik Sugeng tercatat sudah tiga kali panen.

Adapun harga cabai anjlok di akhir Januari lalu. Sekarang cabai hijau sekira Rp8.000 kilogram. Sedangkan cabai merah masih kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogramnya.

Menanggapi temuan di lapangan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji, mengucapkan terimakasih atas informasi yang disampaikan blokTuban.com dan segera ditindaklanjuti bidang yang menangani bersama penyuluh dan petugas PHP.

"Hasilnya akan kami informasikan lebih lanjut," tutup mantan Camat Bancar. [ali/rom]

Tag : tanaman cabai, cabai, petani

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more