11:00 . Resep Membuat Keripik Kaca Daun Jeruk   |   10:00 . Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat   |   09:00 . Harga Emas Antam Hari ini 7 Februari 2023 Pecahan Terendah di Harga Rp558.500   |   08:00 . Teks Doa Peringati 1 Abad Nu oleh Gus Mus   |   07:00 . Kumpulan Ucapan Harlah NU ke 100 Tahun yang Simpel dan Bermakna   |   06:00 . Lirik dan Chord Lagu Kehilanganmu Berat Bagiku - Kangen Band   |   06:00 . TPPI Perkuat Sinergi Media Tuban untuk Keberlangsungan Operasi Kilang   |   22:00 . Sektor Pertanian Dominasi Lapangan Pekerjaan di Kabupaten Tuban   |   21:00 . Kondisi Sekitar Lokasi Stadion Gelora Delta Sidoarjo Pasca Hujan   |   20:00 . Pemuda di Tuban Nekat Curi Sparepart Alat Berat Pembakaran Gamping Senilai Rp200 Juta   |   19:30 . Cukup Sekali Klik, Ini Link Live Streaming Puncak Resepsi 1 Abad NU   |   19:00 . Banjir Masih Dominasi Bencana di Tuban   |   18:30 . 12 Ribu Banser di Sidoarjo Matangkan Koreografi di Bawah Rintikan Hujan   |   18:00 . Ikuti Cabai, Harga Minyak Curah, Telur hingga Bawang Putih di Tuban Naik   |   17:00 . Anggap Kebebasan Pers Selesai, Presiden akan Keluarkan Perpres Media Sustainability   |  
Tue, 07 February 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Cabut Remisi Otak Pembunuh Wartawan

bloktuban.com | Monday, 28 January 2019 08:00

Cabut Remisi Otak Pembunuh Wartawan

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - PERS tidak hanya sekadar mengabarkan berita maupun informasi, namun juga sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia. Pers memiliki tanggung jawab dalam menegakkan konstitusi.

Celakanya, dengan adanya kebijakan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 29 Tahun 2018, yang memberikan remisi untuk I Nyoman Susrama, telah mecederai sendi-sendi pers sebagai pilar demokrasi. Otak pembunuhan terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa mendapat remisi dari pidana seumur hidup menjadi pidana penjara sementara.

Menyikapi situasi tersebut, Forum Wartawan Tuban (FWT) menggelar aksi menuntut untuk mencabut remisi pembunuh Jurnalis, Senin (28/1/ 2019). Kegiatan aksi berpusat di Bundaran Patung depan kantor DPRD Tuban.

"Untuk itu, kami, atas nama Forum Wartawan Tuban (FWT) mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencabut remisi yang telah diberikan kepada pembunuh jurnalis. Karena tidak selayaknya otak dari pembunuh insan pers mendapatkan ampunan," ujar Korlap Aksi, Khusni Mubarok, Senin (28/1/2019).

Selain itu, lanjut wartawan TV ini, kebijakan Presiden Joko Widodo juga tidak sejalan dengan semangat keadilan yang telah ditujukan lembaga peradilan. Yang sebelumnya sudah menolak upaya banding pelaku, atas dasar semangat untuk memberikan keadilan sekaligus hukuman yang setimpal terhadap pembunuh wartawan.

"Maka, sudah sepatutnya presiden membatalkan remisi untuk pembunuh wartawan yang menjalankan tugas sebagai pilar demokrasi," imbuhnya menandaskan.

Pihak FWT menegaskan, kasus pembunuhan terhadap AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dan vonis seumur hidup bagi Susrama harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Bukan malah menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum, dengan memberikan remisi terhadap otak pembunuh pilar demokrasi.

"Tolak kekerasan terhadap jurnalis," pungkasnya menandaskan. [rof/rom]

Tag : pers, pembunuh pers, i nyoman susrama, remisi presiden, pembunuhan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 07 February 2023 10:00

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat

    Membangun Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat Manusia merupakan makhluk sebagai pelaku utama di dalam yang namanya lingkungan, dimana manusia tidak lepas dari kebutuhan untuk hidup dan tergantung dari kondisi lingkungan tempat dimana ia berada....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat