07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   17:00 . Puskemas Targetkan Vaksinasi AstraZeneca di Kecamatan Soko 70%   |   16:00 . Teken MoU Dengan Sejumlah Instansi, Bupati Resmikan Operasi MPP Tuban   |   15:00 . Ratusan Warga Desa Rahayu Divaksin Astra Zenica   |   14:00 . Cukup 1 Jam Bikin Hidupmu Adaptif dan Produktif   |   13:00 . Pertamina Terminal LPG Bantu Ambulance dan Bangun Masjid di Jenu   |   12:00 . Pembantu Pasien Covid-19 Varian India Pulang ke-Singgahan Dalam Keadaan Sakit   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   19:00 . Warga Bersama TNI Koramil Bangilan Kerja Bakti Perbaiki Saluran Air   |   18:00 . Meski Pandemi, Antusias Perajin Uleg-Uleg di Kendalrejo Tetap Tinggi   |   15:00 . Google News Initiative - AMSI Berikan Pelatihan untuk Media Siber Skala Kecil dan Menengah   |   14:00 . Terjaring Operasi Balap Liar, Seorang Ibu Marahi Anaknya di Kantor Polisi   |   13:00 . Motor Balap Liar Dibongkar di Polres, Harus Keadaan Standar Baru Boleh Keluar   |   09:00 . Jelang Peringatan HANI 2021, BNNK Tuban Canangkan Desa Socorejo Sebagai Desa Bersinar   |   07:00 . Waspada Kecanduan Gadget, 40 Persen Anak Habiskan 30 Jam Main HP dalam Seminggu   |  
Thu, 17 June 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Jalan Lurus Kang Samin (18)

Cinta Tak Berbatas

bloktuban.com | Tuesday, 13 June 2017 06:00

Cinta Tak Berbatas

Oleh: Muhammad A. Qohhar*

blokTuban.com - Kang Samin menangis, sesenggukan. Air mata sejak tadi sudah membasahi baju bagian atas yang ia kenakan malam itu. Ia tidak perduli. Tangannya menengadah dan belum juga ingin dilepaskan. Berulang kali dirinya memohon ampun atas semua yang telah dilakukan dahulu kala, banyak lupa dan terkadang menyentuh perasaan disengaja. Ia menyadari jika gunung dosa masih menutupi pijar sinar pahala.

Ya Tuhan, Engkau yang menciptakan alam

Engkau yang membingkai siang dan malam

Maafkan jalan hidupku dulu yang kelam

Aku tidak ingin seperti putra Nabi yang tenggelam

 

Ya Tuhan, Engkau pemilik segalanya

Pencipta hidup dan mati sang hamba

Berikan jalan lurus di dunia dan akhir masa

Karena hanya itu yang bisa membawa diri ke surga

Jam sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB dinihari. Kang Samin belum bisa memejamkan mata. Ia terus memanjakan doa. Bermunajat pada Tuhan Yang Maha Esa. Ia menyadari jika selama ini banyak alpa, terutama masih minim mengirim doa untuk meningkatkan pahala. Berulang kali ia menggelar salat malam, baik Tahajjud, salat sunah tasbih hingga taubat. 

Setiap sujud berlangsung, air mata yang keluar dari dua kelopak tidak bisa ditahan. Mengalir deras dan terus menerus. Dirinya mengakui sangat lemah dan masih banyak dosa di dunia. Sehingga saat malam Nuzulul Quran di Bulan Suci Ramadan digunakan benar-benar untuk meminta ampun kepada Sang Pencipta.

Di surau atau musala yang dekat dengan rumahnya, Kang Samin menutup dengan membaca doa yang ada di ayat suci Alquran. Doa khotmil Quran. Lirih dan penuh dengan air mata. Surau lama dengan model bagian bawah geladak terbuat dari lembaran papan dan berdidik sesek (anyaman bambu) menjadi tempat syahdu untuk mencitai tulus Tuhan YME.

Setelah selesai, Kang Samin beranjak berdiri dan menuju ke teras surau. Ia duduk sendiri sambil menikmati sebatang rokok kretek lokal. Cukup lama ia merenung, mengevaluasi setiap langkah yang ditempuh sejak beranjak dewasa sampai tua. Banyak hal yang mewarnai hidupnya, terutama ketika ia merantau ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mencari nafkah, sampai akhirnya memutuskan bekerja di rumah sambil merawat telatah di tepi aliran Bengawa Solo milik Solo Valey.

Matanya berkaca-kaca. Kang Samin tak henti mengucap syukur kepada sang pencipta. Ia termasuk sebagian orang yang beruntung. Masih bisa menikmati indahnya malam Ramadan dan beribadah lima waktu dengan berjamaah. Banyak diantara temannya yang sudah berpulang dan tidak diberi usia panjang. 

Termasuk empat seangkatannya yang meninggal dalam beberapa tahun belakangan ini.

"Ya Robb, semoga umur panjang ini selalu bisa saya gunakan untuk beribadah kepadaMu dengan ikhlas dan mempunyai cinta yang tak berbatas."

Ditengah merenung, Kang Samin tidak sadar di samping kanannya telah berdiri Kang Sabar. Ia termangu, diam dan tidak ingin mengganggu. Bahkan, Kang Samin sampai terkejut ketika tidak sengaja menoleh dan melihat sosok tidak jauh dari tempatnya duduk.

"Engkaukah Sabar?" tanya Kang Samin.

"Ia Kang, aku ini. Sudah 10 an menit yang lalu berdiri disini."

Mendengar jawaban tersebut, Kang Samin sempat kaget. Sebab, saat ia menghamba pada Tuban, ternyata sampai tidak memperhatikan sekitar. Sangat konsentrasi dan melepas semua hal tentang dunia. Bahkan, ketika karibnya datang, suara sandal yang menyentuh tanah juga tidak didengarnya.

"Kamu tadi tidur ta Kang? Kok saya datang sampai tidak tau," celetuk Kang Sabar yang langsung duduk di teras surau berhadapan dengan Kang Samin.

"Eh, ngawur kamu Sabar. Saya tidak tidur. Merenungi nasib saja dan memohon ampun pada Tuhan," jawab Kang Samin dengan menghela nafas dalam.

Suasana hening. Tidak ada satu kalimat pun terucap dari keduanya. Kang Samin menundukkan kepala sambil tangan sebelah kanan di bagian jari memutar tasbih warna putih. Sedangkan Kang Sabar mendongak melihat atap surau yang gelap. Tanpa cahaya. Hanya sinar remang-remang dari lampu panjar di depan rumah warga.

"Sudah makan sahur Kang? Awas sudah hampir imsak lho ya. Entar tidak kebagian waktu sahur, bisa berabe," jelas Kang Sabar.
 
"Belum sabar, sebentar lagi. Sekalian mau sahur bersama di rumah tetangga," tambahnya. [mad]
 
*Reporter blokMedia Group (blokBojonegoro.com dan blokTuban.com

Tag : Jalan, lurus, kang, samin

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more