05:00 . 10 Balita di Tuban Dimandikan di Sungai Bengawan Solo, Bakar Sajen lalu Diberi Paha Ayam Goreng   |   23:59 . Cek Namamu di Link Pemilu Ini, Lapor ke Bawaslu Tuban Jika Merasa Dicatut Partai Politik   |   23:00 . Telepon, Alamat, dan Harga Hias Sepeda Maskot Karnaval dan Pengiring di Tuban   |   21:00 . Honor Petugas Badan Ad Hoc Pemilu 2024 Setara UMK Tuban   |   20:00 . Tak Merasa Ikut Partai Politik, 3 Warga Tuban yang Namanya Dicatut Lapor Bawaslu   |   19:00 . Mengintip Pembuatan Kostum Karnival di Tuban Seharga Ratusan Ribu hingga Jutaan Rupiah   |   18:00 . Sosok Ipda Kistelya Pratayama Ray, Perempuan Asal Riau yang Suka Becek Mentok Khas Tuban   |   17:00 . BMKG Prediksi Cuaca di Tuban 9 Agustus 2022: Malam Hari Hujan Ringan   |   16:00 . Literasi Sekolah Anak, Pemuda Tuban Ini akan Safari ke 50 Sekolah di Jawa Timur   |   15:00 . Tumbuhkan Minat Baca Tulis Pelajar, Gerakan Safari Literasi akan Menyasar Sekolah dari Tuban hingga Madura   |   14:00 . Warga Desa Wukiharjo Tuban Ramai-ramai Bikin Nugget dan Jamur dari Jagung, hingga Bouket   |   13:00 . Ini Jadwal dan Lokasi Semarak Agustus di Lamongan, Mulai Agustus Sampai Oktober 2022   |   12:00 . Selasa 9 Agustus 2022: Dua Hari Daging Ayam dan Bawang Merah di Tuban Turun, Diikuti Cabai Biasa   |   11:00 . Jawara Kicau Nasional, Burung Murai ini Ditawar Rp100 Juta   |   10:00 . Pelatihan Gratis Batch 5 UPT BLK Tuban, Ada 3 Kejuruan Kompetensi yang Bisa Dipilih   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Energi Gratis Dari TPA Gunung Punggung

bloktuban.com | Thursday, 01 June 2017 14:00

Energi Gratis Dari TPA Gunung Punggung

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Gas Metana yang dihasilkan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) harus ditangkap. Sebab gas tersebut memiliki potensi merusak lapisan ozon. Ketika ozon rusak, maka akan terjadi radiasi matahari yang langsung mengenai bumi.

Apabila gas CH4 tidak diambil resikonya terjadi emisi ke atmosfer atau menyebabkan polusi bau. Naiknya konsentrasi gas rumah kaca, dan terjadi ledakan bahkan kebakaran di area TPA.

Untuk itu, sejak tahun 2010 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, telah mengembangkan gas Metana atau CH4 dari proses pengolahan sampah di TPA Gunung Punggung, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Hingga saat ini, ratusan Kepala Keluarga (KK) Dusun Panggungsari, dan Asemsumber telah menikmatinya.

"Masyarakat bersyukur, sudah tujuh tahun terakhir memperoleh gas gratis dari TPA," ujar warga Dusun Asemsumber, Kardi.

Bagi Kardi, sebagai pekerja serabutan sangat terbantu, dan berterimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pengelola. Diungkapkan dia, sebelum ada gas gratis, ia dapat menghabiskan dua sampai tiga tabung gas LPG 3 Kg dalam sebulan. Gas yang diberikan secara cuma-cuma tersebut, kini sudah dinikmati sekitar 100 orang.

Hal tersebut dibenarkan pengawas TPA Gunung Panggung, Sugeng Abrianto. Pria yang telah mengabdi selama 20 tahun itu, mengungkapkan bahwa gas Metana merupakan salah satu kontribusi TPA kepada warga sekitar.

Selain itu, ibu-ibu yang bermukim di sekitar TPA juga berkesempatan ikut memilah sampah setiap harinya. Hasil sampah anorganik yang terkumpul, langsung dijual di bank sampah TPA.

"Gas CH4 yang kini dinikmati warga di dua dusun semua gratis, termasuk pipa dan kompornya," beber pria yang berdomisili di Perum Tasikmadu, Kecamatan Palang itu.

Sementara, Kasi Pengolahan Sampah TPA Gunung Panggung DLH Tuban, Supriyadi Susanto, menjelaskan, kewenangan TPA sebelumnya ada di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sejak tahun ini, pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada DLH Tuban.

"Gas gratis tersebut dapat digunakan warga selama 24 jam," imbuh pria asli kota Pahlawan, Surabaya itu.

Diketahui, TPA seluas 3,8 hektar ini memiliki 9 pegawai. Beberapa fasilitas yang ada mulai tempat edukasi bagi pelajar, tempat pengomposan, dan gedung pemilahan sampah.

Untuk proses kerja pembentukan gas Metana, pertama bagian bawah sampah sudah dipasang beberapa kerikil atau batu. Kedua petugas memasang pipa berlubang sebagai jalur gas.

Setelah sampah datang ke TPA sebanyak 40 ton saban hari, langsung diratakan dengan alat berat. Setelah terjadi dekomposisi akhirnya menghasikan gas Metana (CH4), Karbondioksida (C02), dan Air (H20).

Gas CH4 dan CO2 langsung mengalir ke instalansi penangkapan gas. Untuk sampai ke rumah warga, harus didorong pompa blower dengan tekanan 40 Psi.

Untuk pipanya sendiri harus berbahan paralon. Apabila menggunakan besi akan cepat mengalami korosi, karena ada kandungan CO2. [rof/ito]

 

Tag : gas, metana, gratis, tpa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 07 August 2022 15:00

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda Setiap pagi hari sejak sebulan lalu, kita sering merasakan dingin. Rasa dingin terasa lebih kuat saat menjelang pagi hari. Hal tersebut merupakan tanda terjadinya masa pancaroba atau bisa disebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat