Pemadam Kebakaran Sulit Jangkau Pelosok Tuban

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban dirasa masih belum maksimal menjangkau sampai ke pelosok desa. Contohnya, adalah desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Bangilan, Kecamatan Kenduruan, Kecamatan Singgahan, Kecamatan Senori dan juga Kecamatan Parengan.

Apabila terjadi kebakaran di wilayah tersebut, biasanya mobil Damkar baru tiba di lokasi setelah kondisi bangunan hangus terbakar. Sebabnya, adalah jarak tempuh wilayah-wilayah tersebut dengan pusat kota membutuhkan waktu 1 jam lebih.

"Sudah beberapa kali terjadi, kalau kebakaran selesai baru mobil pemadam kebakaran sampai ke lokasi," kata Hanif (33), warga Kecamatan Senori.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban membenarkan hal itu, dia mengatakan, jarak tempuh di wilayah-wilayah kecamatan tersebut cukup jauh dari pusat kota, yakni diatas 1 jam. Ditambah dengan petugas yang harus melintasi medan di wilayah pegunungan yang menanjak, berkelok, dan banyak jurang.

"Idealnya perjalanan penanganan kebakaran itu 20 menit, lebih dari itu penangannya sudah terlambat dan berimbas di keluhan masyarakat," kata Joko Ludiyono.

Joko menjelakan, sekarang diperlukan pos penempatan pemadam kebakaran disertai perlengkapannya di wilayah Tuban selatan. Supaya bisa cepat menjangkau lokasi kebakaran dan tidak menimbulkan kerugian jiwa. "Semoga tahun depan kita sudah ada penambahan pos di wilayah itu agar bisa melakukan penanganan dengan cepat," tandas Joko. [pur/rom]