19:00 . Rindu Kelompok Lele, Diskanak Tinjau WAE Lapas di Merakurak   |   18:00 . Tinggal di Kos-kosan, 1 DPO Kasus Penyekapan Pegawai Finance Ditangkap   |   10:00 . Kemenag Tuban Gelar Bimtek Pelayanan KUA Berbasis IT   |   08:00 . Warga Tegalbang Lestarikan Sedekah Bumi   |   07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   17:00 . Puskemas Targetkan Vaksinasi AstraZeneca di Kecamatan Soko 70%   |   16:00 . Teken MoU Dengan Sejumlah Instansi, Bupati Resmikan Operasi MPP Tuban   |   15:00 . Ratusan Warga Desa Rahayu Divaksin Astra Zenica   |   14:00 . Cukup 1 Jam Bikin Hidupmu Adaptif dan Produktif   |   13:00 . Pertamina Terminal LPG Bantu Ambulance dan Bangun Masjid di Jenu   |   12:00 . Pembantu Pasien Covid-19 Varian India Pulang ke-Singgahan Dalam Keadaan Sakit   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   19:00 . Warga Bersama TNI Koramil Bangilan Kerja Bakti Perbaiki Saluran Air   |   18:00 . Meski Pandemi, Antusias Perajin Uleg-Uleg di Kendalrejo Tetap Tinggi   |   15:00 . Google News Initiative - AMSI Berikan Pelatihan untuk Media Siber Skala Kecil dan Menengah   |  
Fri, 18 June 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

6 Siswa TK Keracunan Pentol

Jajan Pentol, 6 Siswa TK Sumurjalak Keracunan

bloktuban.com | Tuesday, 15 December 2015 14:30

Jajan Pentol, 6 Siswa TK Sumurjalak Keracunan

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Sejumlah siswa Taman Kanak-kanak (TK) Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, dikabarkan mengalami keracunan masal usai menyantap jajanan pentol di sekolah mereka.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com, para siswa menyantap jajanan pentol yang dibubuhi saus dengan merek tertentu, pada Senin (14/12/2015) kemarin. Pada sore harinya, sekitar 6 siswa mengeluh sakit dan muntah.

Kelima anak yang mengalami gejala sakit adalah Pita (7), Leha (4), Ganes (4), Diyah (7), Rokim (6), Linda (6). Kesemuanya berasal dari Desa Sumurjalak, Kecamatan Plumpang.

"Ternyata ada lima anak yang mengalami gejala yang sama," terang Kapolsek Plumpang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Singgih, ketika dikonfirmasi blokTuban.com, Selasa (15/12/2015).

Para pelajar ini langsung dilarikan ke Puskesmas Plumpang. Sekitar 5 anak mendapatkan rawat jalan, dan 1 anak harus di rawat inap di Puskesmas.

"Kita sudah minta keterangan penjual pentol, dan menyita saus serta makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diteliti lebih lanjut," jelas Singgih.

Terpisah, bidan Puskesmas Plumpang, Ida Arijani, membenarkan adanya sejumlah siswa TK yang dibawa ke Puskesmas untuk berobat. Termasuk satu siswa yang menjalani rawat inap. "Tapi hari ini semuanya sudah pulang," tandas Ida menjelaskan. [pur/mu]

*Foto ilustrasi insert.net

Tag : keracunan pentol

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more