07:00 . Inilah Manfaat Minum Air Putih setelah Bangun Tidur   |   17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Faktanya, Orang Kurus Tak Lepas dari Risiko Diabetes

bloktuban.com | Saturday, 05 December 2015 07:00

Faktanya, Orang Kurus Tak Lepas dari Risiko Diabetes

Reporter: --

blokTuban.com - Berlebihnya berat badan secara signifikan meningkatkan risiko terkena diabetes. Namun, siapa sangka, orang kurus juga tak lepas dari risiko diabetes.

Biasanya, penyakit berlebihnya kadar gula dalam darah ini rentan menyerang orang-orang bertubuh tambun karena obesitas. Namun, orang kurus pun ternyata juga bisa disebut mengalami obesitas ketika tubuhnya punya lebih banyak lemak daripada otot.

Dalam istilah medis, kondisi orang berberat badan normal tetapi menderita obesitas disebut sebagai metabolically obese normal weight (MONW). Keberadaan lemak ini yang bisa mendongkrak kadar gula darah orang yang terlihat kurus sekalipun.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Aris Wibudi, mengatakan diabetes bukan masalah gemuk atau kurus melainkan komposisi lemak. (Kompas.com, 11/5/2010).

“Bila komposisi lemaknya tinggi, terutama di sekitar perut, maka risiko terkena diabetes lebih tinggi, apalagi kalau pola makannya tidak dijaga," papar Aris. (Baca: Orang Kurus Bisa Kena Diabetes?)

Aris menambahkan, komposisi tubuh yang baik adalah yang berotot. Dengan kata lain, bila badan kurus tapi tak berotot dan isinya lemak saja, pasti akan ada gangguan.

Sebagai contoh, Aris menyebutkan atlet binaraga Ade Rai yang sebenarnya memiliki indeks massa tubuh 30 atau termasuk gemuk. “Meski begitu, Ade Rai terbilang tidak memiliki lemak. Karena itu, ia bisa terbebas dari diabetes," tegas dia.

Antisipasi diabetes

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Journal of the American Medical Association, satu dari empat orang kurus juga memiliki gejala diabetes dan termasuk dalam kategori obesitas. Oleh karena itu, orang bertubuh kurus pun perlu melakukan antisipasi terhadap diabetes.

Di antara langkah untuk mengantisipasi diabetes adalah rutin mengukur kadar glukosa darah. Pemeriksaan pun bisa dilakukan mandiri, misalnya memakai alat seperti OneTouch SelectSimple.

Perangkat ini sudah dilengkapi bloodstrip dan memiliki tingkat akurasi yang diperlukan untuk memulai cek gula darah mandiri. Peranti tersebut juga dilengkapi alarm untuk gula darah tinggi dan rendah. Pengecekan dilakukan setiap tiga hari, sebelum dan sesudah makan.

Hasil tes terbilang normal bila didapati kadar glukosa kurang dari 100 mg/dl. Bila angkanya berada dalam rentang 100 mg/dl hingga 125 mg/dl, orang tersebut masuk kategori pre-diabetes. Hasil tes melebihi 126 mg/dl, menunjukkan kemungkinan seseorang positif menderita diabetes.

Jadi, bertubuh kurus saja tidak cukup untuk memastikan terbebas diabetes. Hidup sehat dengan menjaga pola makan, olahraga, dan memantau kadar gula secara berkala, adalah cara menjauhkan diabetes dari badan. [ito]


Sumber:http://health.kompas.com/read/2015/12/03/191336923/Faktanya.Orang.Kurus.Tak.Lepas.dari.Risiko.Diabetes.

Tag : Diabetes, Obesitas, lemak, gula

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat