Pemudik Harus Cermat, Cuaca Lebaran 2024 Tidak Terduga

Reporter : Ali Imron 

blokTuban.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau agar para pemudik berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran

BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih bisa terjadi di beberapa wilayah selama masa mudik Lebaran 2024 karena Indonesia sedang memasuki masa pancaroba, transisi dari musim penghujan ke musim kemarau.

Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2024 di Jakarta, Senin (25/3/2024), Dwikorita mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik. 

"Kondisi atmosfer di Indonesia sangat fluktuatif, sehingga dapat berubah dengan cepat," ujarnya dikutip, Minggu (31/3/2024). 

Oleh karena itu, BMKG berharap agar para pemudik dapat aktif memantau informasi dan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan mudik. 

Jika kondisi cuaca buruk, disarankan untuk menunda perjalanan, terutama bagi pemudik yang menggunakan transportasi laut. 

Dwikorita juga menekankan pentingnya memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi InfoBMKG dan Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS).

BMKG membagi kondisi cuaca selama pekan mudik menjadi tiga fase periodik. Sepekan sebelum Lebaran, yakni pada tanggal 3-9 April 2024, BMKG memprediksi wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. 

Pada periode Lebaran, yaitu tanggal 10-16 April 2024, kondisi cuaca di Indonesia diprediksi cerah hingga berawan. Sedangkan sepekan setelah Lebaran, yaitu tanggal 17-23 April 2024, wilayah Indonesia bagian utara dan tengah berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. 

BMKG juga memperingatkan potensi tumbuhnya bibit siklon tropis atau siklon tropis di Samudra Hindia dan perairan selatan Indonesia.

BMKG bersama BRIN, BNPB, dan TNI AU telah menyiapkan opsi untuk melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca guna mengantisipasi cuaca ekstrem, dengan semua pihak dalam posisi siaga. 

BMKG juga membuka posko pelayanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Informasi pemerintah menunjukkan bahwa potensi pergerakan masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran 2024 diperkirakan mencapai 71,7 persen atau sekitar 193,6 juta orang, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai 5 hingga 8 April 2024, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 13 hingga 16 April 2024.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kapolri Listyo Sigit, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, dan beberapa pemimpin lembaga dan instansi terkait. [Ali/Dwi]