Udara Terasa Gerah Saat Musim Penghujan, Begini Penjelasan BMKG Tuban

Reporter: Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Beberapa hari terakhir ini, suhu udara di Kabupaten Tuban terasa lebih sumuk atau gerah atau gerah dari biasanya. Padahal, saat ini masih masuk dalam musim penghujan. 

Hal tersebut, rupanya juga dibenarkan oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Tuban, Zem Irianto Padma. Menurutnya, dari hasil pengamatan yang dilakukan, hari tanpa hujan akhir-akhir ini terjadi pada 18-19 Februari 2024 kemarin. 

"Untuk  hari-hati sebelumnya merupakan hari hujan, baik di Kantor Stasiun Meteorologi Tuban maupun di wilayah lainnya di Kabupaten Tuban," terangnya, Selasa (20/2/2024). 

Jika melihat historis kondisi atmosfer pada tgl 18-19 Februari 2024, lanjutnya adanya Ex-TC Lincoln yang berada di daratan Australia serta Gelombang Atmosfer Kelvin dan Rossby yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Hal itu, mengakibatkan massa udara pembawa uap air bergerak ke arah pusaran angin tersebut. Sehingga menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi (pertemuan angin) di wilayah sekitar Jawa Timur seperti Pulau Sumatera, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara, hingga Maluku. 

"Sedangkan wilayah Tuban menjadi salah satu daerah yang kekurangan pembentukan awan penghasil hujan," bebernya. 

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Zem ini menyebut jika udara sumuk yang terjadi belakangan ini karena pertumbuhan awan konvektif atau awan penghasil hujan berkurang, sehingga mengakibatkan sinar matahari menembus langsung ke permukaan lantaran sedikitnya jumlah awan.

Selain itu, jumlah awan yang menutupi langit dari siang hingga dini hari relatif stagnan atau stabil sebagian berawan. 

"Hal ini menyebabkan sinar matahari yang seharusnya dipantulkan kembali ke angkasa dengan sempurna, tapi terhalang oleh adanya sebagian awan sehingga terjebak di atas permukaan bumi dan mengakibatkan masyarakat merasakan udara yang sumuk atau panas bahkan hingga malam hari," imbuhnya. [Sav/Dwi] 

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS