Menyusui Dapat Menurunkan Berat Badan! Cuma Mitos atau Fakta?

Reporter: -

blokTuban.com - Tidak hanya memberi banyak kebaikan, proses menyusui bisa jadi momen istimewa antara bayi dan ibu. Pasalnya menyusui dapat meningkatkan ikatan atau bonding yang tercipta antara ibu dan si kecil. Belum lagi saat menyusui, ibu dan bayi kerap saling menatap mesra. Rasanya bahagia sekali ya, Moms?

Selain soal bonding, mungkin Anda juga pernah mendengar kalau menyusui bisa menurunkan berat badan ibu. Tapi tidak sedikit pula yang merasa bahwa anggapan ini hanya bualan semata karena tidak merasakan efeknya.

Lantas bagaimana sebenarnya? Apakah menyusui memang dapat menurunkan berat atau hanya mitos belaka?

Begini Moms, menurut laman Today’s Parent ibu yang menyusui setidaknya mampu membakar kalori sebesar 300 hingga 500 kalori setiap hari. Tapi bukan karena hal ini saja yang membuat berat badan ibu menyusui akan turun.

Sementara Healthline melansir, Aliana Petre, MS, RD (CA) mengungkapkan turunnya berat badan juga didukung dari asupan. Ya Moms, umumnya ibu menyusi akan menjaga pola makannya dengan mengonsumsi protein tanpa lemak, buah-buahan yang kaya serat, sayuran, biji-bijian, serta kacang-kacangan. Kedua faktor ini yang menurut peneliti menjadi alasan mengapa ibu menyusui lebih cepat turun berat badannya.

Dalam satu penelitian, wanita yang menyusui secara eksklusif selama tiga bulan setidaknya mampu menurunkan 1,5 kg. Jumlahnya lebih banyak ketimbang ibu yang memberi buah hatinya ASI dan susu formula atau susu formula saja.

Penelitian ini juga didukung dengan temuan bahwa sebesar 6 persen wanita menyusui lebih berisiko turun beratnya ketimbang ibu yang tidak menyusui secara eksklusif. Untuk jangka panjangnya, setelah 5 tahun melahirkan wanita yang menyusui selama 6 hingga 12 bulan memiliki jumlah lemak lebih rendah daripada yang tidak.

Jadi memang benar menyusui dapat mempengaruhi berat badan, namun tidak semua penelitian menemukan hasil yang kuat, sehingga masih perlu dikaji ulang. Terlebih lagi, beberapa penelitian tidak menemukan adanya perbedaan dalam penurunan berat badan antara ibu yang menyusui dan tidak menyusui.

Yoni Freedhoff, penulis The Diet Fix sekaligus dokter keluarga mengatakan kalori yang keluar ketika menyusui pada setiap wanita tidak sepadan dengan stres, kurang tidur dan konsumsi makanan yang masuk.

Senada dengan Freedhoff, Lauren Olofsson selaku ahli diet dan konsultasi laktasi juga menyetujuinya. Merawat bayi baru lahir dapat meningkatkan kadar kortisol yang berkaitan dengan berat badan karena ibu akan cenderung merasa lapar. Belum lagi pada beberapa wanita menjadi lebih sedikit beraktivitas serta jam tidur tidak teratur.

Selain itu, hormon prolaktin tidak hanya dapat memperlambat metabolisme lemak tubuh. Namun juga mampu bertindak sebagai penambah nafsu makan.

Studi yang dilakukan pada 2016 lalu di Swedia juga menemukan kalau banyak ibu yang salah dan menganggap jika dirinya makan banyak maka akan turun dengan sendirinya karena menyusui.

"Ketergantungan menurunkan berat badan pada menyusui ini ibaratnya memberi janji palsu," tulis seorang peneliti seperti dikutip dari Today’s Parent.

Tapi jangan berkecil hati! Anda tetap bisa kok, menurunkan berat badan selama masa menyusui. Mengutip laman Mayo Clinic, Elizabeth LaFleur, R. N selaku konsultan laktasi memberikan sedikit tips. Pertama, konsumsi makanan sehat seperti sayur, buah dan biji-bijian, kemudian batasi kalori, lemak jenuh dan gula, misalnya dari keju, daging berlemak, makanan yang digorengan dan minuman ringan.

*Sumber: kumparan.com