Stunting Ancam Masa Depan Generasi Muda

Reporter: Ali Imron

blokTuban.com - 200 Kader Posyandu tingkat Kabupaten Tuban tahun 2019 mengikuti Jambore, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban di Salah satu Resto di Jalan Basuki Rahmad Tuban.

Seperti yang disampikan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, dr. Kartono, bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang menjadi kepanjangan tangan Puskesmas. Karenanya kader Posyandu menjadi elemen penting dalam sistem penyelenggaraan pelayanan kebutuhan kesehatan dasar.

Keberhasilan Posyandu sebagai wahana alih informasi dan olah keterampilan bergantung pada kinerja masyarakat, terutama kadernya. Hal tersebut ditunjang dengan sarana yang digunakan serta petugas kesehatan sebagai pengelola program. Selain itu, kader perlu mendapat dukungan dari pengampu kepentingan di tingkat yang lebih tinggi.

“Mengingat persoalan stunting (masalah gizi) dapat mengganggu produktifitas nasional dan mengancam masa depan generasi muda,” terang Kartono, Jumat (5/7/2019).

Terkait dengan tema yang diangkat, Kartono menyatakan perlu upaya signifikan untuk menanggulangi stunting dengan memprioritaskan kegiatan intervensi spesifik dan intervensi sensitive pada 1000 hari pertama kehidupan bayi hingga usia 6 tahun. Karenanya aparatur desa dapat menyusun sejumlah kegiatan terkait penanganan stunting melalui Anggaran Dana Desa (ADD).

“Kami berpesan bahwa perlombaan diadakan bukan ditujukan hanya untuk memperoleh prestasi. Lebih dari itu, diharapkan adanya peningkatan kualitas pelayananan terutama terkait promotif dan preventif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan,” harapnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo menyebutkan kegiatan jambore kader ini  bertujuan untuk memberi penghargaan. Selain itu, juga sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta menambah pengalaman kader.

Diharapkan akan terbentuk kader-kader unggul penuh inovasi untuk menyelenggarakan kegiatan posyandu.

“Sehingga meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat bisa optimal,” terangnya.

Bambang Priyo juga menambahkan pada akhir tahun 2018 jumlah Posyandu di Kabupaten Tuban sebanyak 1432 dan jumlah taman Posyandu sebanyak 354. Sedangkan jumlah kader posyandu mencapai 6757 orang dengan komposisi kader terlatih sebesar 83,65 persen.

Pada kesempatan ini, Ketua TP PKK Kabupaten Tuban bersama Ketua DWP Kabupaten Tuban menyerahkan trofi dan penghargaan kepada juara Taman Posyandu se-kabupaten Tuban. Juara 1 diraih Taman Posyandu desa Kebonagung, Rengel, Juara 2 diperoleh Taman Posyandu Melati desa Wadung, Jenu, dan Juara 3 didapat Taman Posyandu Lili desa Sembungrejo, Plumpang.

Sejumlah perlombaan yang diadakan pada Jambore Kader Posyandu tahun 2019 diantaranya: Succes Story Lomba Taman Posyandu; Pembuatan Majalah Dinding; Kompetisi Vlog; dan Pembuatan APE Penyuluhan Pencegahan Stunting.

Selain Staf Ahli Bupati, turut hadir pada kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Tuban, Ketua DWP Kabupaten Tuban, Kepala Dinkes Tuban. Adapun tema yang diangkat berupa “Optimalisasi Kapasitas Kader dalam Pencegahan Stunting Melalui Jambore Kader Posyandu”. [ali/rom]