15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |   21:00 . Gempa Bumi Terasa di Stasiun BMKG Tuban, Pegawai Sempat Keluar Ruangan   |   20:00 . Diskoperindag Bersama PTB Mengadakan Festival Kopi   |   19:00 . Gempa di Perairan Tuban Dirasakan Hingga Luar Pulau Jawa, Begini Penjelasan BMKG   |   18:00 . Indonesia Dilanda Karhutla, 120 Pelajar Tuban Sholat Minta Hujan   |  
Fri, 20 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 09 June 2019 15:00

Tahun 2019, Ada 350 Kuota Bansos untuk Disabilitas

Tahun 2019, Ada 350 Kuota Bansos untuk Disabilitas

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Pada tahun ini, Kabupaten Tuban mengalokasikan 350 kuota Bantuan Sosial (Bansos) untuk penyadang para penyandang disabilitas, dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Seksi Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Hermawan mengatakan, pada tahun ini ada 350 kuota bantuan sosial berupa uang tunia Rp300 ribu perbulannya.

Nantinya, bantuan tersebut diutamakan untuk penyadang disabilitas yang tidak bisa melakukan apa-apa, dan pemberiannya akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Hal tersebut dikarenakan, apabila setiap bulan akan menelan biaya operasional yang cukup besar.

"Karena penyadang disabilitas tersebar di berbagai wilayah, kalau setiap bulan akan besar biaya operasionalnya," ungkap Hermawan.

Lebih lanjut, untuk disabilitas yang masih bisa melakukan kegiatan, akan dikirim ke panti sosial yang berada di Bojonegoro dan Surabaya untuk diberikan pelatihan, berupa pelatihan menjahit secara gratis.

"Kami tidak memaksa, kalau disabilitas tersebut mau. Kami akan memfasilitasi," ungkapnya.

Nantinya pelatihan tersebut akan berjalan selama 4 hingga 6 bulan. Setelah mendapatkannya pelatihan, penyadang disabilitas akan mendapatkan modal usaha berupa mesin jahit dan perlengkapan.

"Akan dapat bantuan sebagai modal usaha,  agar mereka langsung bisa menerapkan ilmunya," tandasnya, Minggu (9/6/2019). [nid/rom]

Tag : disabilitas, dansos

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more