12:00 . Dihadiri Gubernur Jatim, Wabup Minta Paralayang Tuban Bersolek Batik Gedog   |   09:00 . Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengroyokan di Konser Adella   |   08:00 . Digrebek, Orang Ini Ternak Lele Sambil Bikin Miras   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |   23:00 . Intip Personil blokMedia Group   |   18:00 . Malam Ini Puncak Maha Karya Cinta 8 Tahun blokBojonegoro   |   17:00 . Diketahui, Ini Identitas Korban Kecelakaan di Parengan   |   15:00 . 133 Anak Ikuti Khitanan Massal Haul Syech Maulana Ibrahim   |   14:00 . BPBD Tuban Kroscek Lokasi Retakan Sekitar PHE   |   11:00 . Hendak Sebrang Jalan, Mr X Tewas Dihantam Inova   |   10:00 . Klasemen Sementara, Persatu Peringkat 10   |   09:00 . 19 Kilometer Jalan Lingkar Tuban Digarap 3 Kontraktor   |   08:00 . Muncul Retakan di Jegulo, Warga Pindah Sementara   |   07:00 . Lebih Baik Mana, Membiarkan Anak Main di Dalam atau Luar Rumah?   |   19:00 . Live Streaming Haul Syeh Maulana Ibrohim Asmoro Qondhi   |  
Tue, 25 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 09 June 2019 15:00

Tahun 2019, Ada 350 Kuota Bansos untuk Disabilitas

Tahun 2019, Ada 350 Kuota Bansos untuk Disabilitas

Reporter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Pada tahun ini, Kabupaten Tuban mengalokasikan 350 kuota Bantuan Sosial (Bansos) untuk penyadang para penyandang disabilitas, dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Seksi Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Hermawan mengatakan, pada tahun ini ada 350 kuota bantuan sosial berupa uang tunia Rp300 ribu perbulannya.

Nantinya, bantuan tersebut diutamakan untuk penyadang disabilitas yang tidak bisa melakukan apa-apa, dan pemberiannya akan dilakukan setiap enam bulan sekali. Hal tersebut dikarenakan, apabila setiap bulan akan menelan biaya operasional yang cukup besar.

"Karena penyadang disabilitas tersebar di berbagai wilayah, kalau setiap bulan akan besar biaya operasionalnya," ungkap Hermawan.

Lebih lanjut, untuk disabilitas yang masih bisa melakukan kegiatan, akan dikirim ke panti sosial yang berada di Bojonegoro dan Surabaya untuk diberikan pelatihan, berupa pelatihan menjahit secara gratis.

"Kami tidak memaksa, kalau disabilitas tersebut mau. Kami akan memfasilitasi," ungkapnya.

Nantinya pelatihan tersebut akan berjalan selama 4 hingga 6 bulan. Setelah mendapatkannya pelatihan, penyadang disabilitas akan mendapatkan modal usaha berupa mesin jahit dan perlengkapan.

"Akan dapat bantuan sebagai modal usaha,  agar mereka langsung bisa menerapkan ilmunya," tandasnya, Minggu (9/6/2019). [nid/rom]

Tag : disabilitas, dansos

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more