15:00 . Bupati: Tugas Guru PAI Kenalkan Konsep Islam Rahmatan Lil 'Alamin   |   14:00 . Di Hari Keluarga, Sekda Tuban Ajak 3 Jam Abaikan Medsos   |   13:00 . Generasi Tuban Harus Dikenalkan Islam Ramah   |   12:00 . Musim Kemarau, Ribuan Warga Tumpengan di Sumber Mata Air Bektiharjo   |   09:00 . Polisi Ringkus Empat Pelaku Pengeroyokan di Warung Tuak Palang   |   08:00 . Hari Koperasi, Sekda: Manfaatkan Teknologi Digital   |   07:00 . Bosan Camilan dan Permen, Bingkisan Ulang Tahun Anak Ini Lebih OK   |   06:00 . Jemaah Haji Tuban Akan Dapat Menu 'Pedas Asin' di Tanah Suci   |   22:00 . Dialog Kemenag: Semua Agama Mengajarkan Kedamaian   |   21:00 . Masalah Rumah Pasutri Mentoro Diblokade Warga Sudah Beres   |   20:00 . Wabup dan Kapolres Resmikan Masjid Berusia 2 Abad   |   19:00 . Polres Tuban Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar   |   18:00 . Disdukcapil Sosialisasi Kebijakan kepada OPSi Kecamatan Soko   |   17:00 . FMM Serahkan Angkutan Limbah B3 ke Puskesmas Jenu   |   15:00 . Ini Penjelasan Kadisparbudpora Soal Batalnya Pentas Rampak Bedug   |  
Wed, 17 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Saturday, 29 December 2018 15:00

Data Penduduk Tuban yang Bermasalah Kesehatan Jiwanya

Data Penduduk Tuban yang Bermasalah Kesehatan Jiwanya

Reporter : Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com – Sejumlah masalah sosial di Kabupaten Tuban terus menerus diselesaiakan pemerintah. Salah satunya psikotik (orang dengan gangguan jiwa) yang dipasung.

Di tahun 2018 ini, estimasi masalah kesehatan jiwa cukup tinggi. Dalam catatan Dinas Kesehatan setempat, dari penduduk yang jumlahnya 1.168.277, yang mengalami gangguan mental emosional sebanyak 75.938 jiwa. Kemudian yang mengalami ODGJ Berat sebanyak 2.570 jiwa dan ODGJ pasung sebanyak 419 jiwa.

Setelah dilakukan pendataan, dapat ditemukan orang dalam gangguan mental emosional sebanyak 20.870 jiwa. Sedangkan temuan ODGJ berat sebanyak 780 jiwa dan ODGJ pasung sebanyak 32 jiwa.

Setelah ditemukan, pemerintah melakukan upaya perawatan. Dari data yang dihimpun blokTuban.com, orang dalam gangguan mental emosional yang sudah dirawat sebanyak 17.803 jiwa. Sedangkan ODGJ berat yang dirawat sejumlah 645 jiwa dan ODGJ pasung sebanyak 32 jiwa.

Berikut Rincian Data Masalah Kesehatan Jiwa di Kabupaten Tuban Tahun 2018:

Jumlah Penduduk 1.168.277
Estimasi
Gangguan Mental Emosional: 75.938
ODGJ Berat: 2570
OGGJ Pasung: 419

Temuan
Gangguan Mental Emosional: 20.870
ODGJ Berat: 780
OGGJ Pasung: 32

Dirawat
Gangguan Mental Emosional: 17.803
ODGJ Berat: 645
OGGJ Pasung: 32

Tag : Kaleidoskop, kesehatan, jiwa, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more