13:00 . Besok Kemenag Tuban Gelar Manasik Haji Massal   |   12:00 . Ini 4 Kemampuan yang Harus Dimiliki Anak di Era Disrupsi   |   11:00 . Harus Bangkit, Persatu Tuban Berada di Dasar Klasemen   |   10:00 . KSM, Bukti Siswa Madrasah Tak Hanya Unggul di Bidang Imtaq   |   09:00 . Panpel: Ronggomania, Brajamusti dan TSL Rukun Sebelum Ada Provokasi   |   08:00 . Debut Perdana Aji Santoso Sukses Rebut 3 Poin di Kandang Persatu   |   07:00 . Mengapa Selalu Lapar Menjelang Tidur Malam ? Ini Sebab Paling Berbahaya   |   18:30 . Mobil Pemilik Saham Klub Persatu Penyok Kena Batu   |   18:00 . Pelatih Persatu Tuban Siap Mundur   |   17:00 . Suporter Ricuh, Pertandingan Persatu Vs PSIM Dihentikan   |   16:30 . Tendangan Gonzales Ubah Skor Tuban Vs PSIM 0-2   |   16:00 . Persatu Tertinggal 0-1 dari PSIM di Babak Pertama   |   12:00 . Pertamina Gandeng 5 PTN Perkuat Pengembangan Operasional Kilang Nasional   |   11:00 . Tes Urin untuk Pengantin, Kemenag Tunggu Petunjuk Tertulis   |   08:00 . Kecewa dengan Performa Persatu, Ronggomania Minta Ganti Pelatih   |  
Sun, 21 July 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 28 December 2018 07:00

4 Trik Menjawab Pertanyaan "Mengapa Masih Jomblo?"

4 Trik Menjawab Pertanyaan

Reporter: -

blokTuban.com - Pertanyaan basa-basi seperti "mengapa masih jomblo" atau "kapan menikah" memang sulit dijawab dan tentunya bikin kesal.

Terutama jika yang mengajukannya adalah kerabat dekat dan usia kita sudah memasuki usia krusial untuk menikah.

Jangan sampai kegembiraanmu saat kumpul keluarga jadi berkurang hanya gara-gara pertanyaan tersebut.

Berikut empat trik menjawab pertanyaan tentang hubungan dari orang-orang terdekat.

1. Tanya balik

Jika ada yang bertanya terlalu "menyerang", kamu bisa balik bertanya kepada orang tersebut. Jika kamu merasa pertanyaan "kenapa masih jomblo" terlalu ofensif dan kasar bagimu, kamu bisa membalikannya.

Konsultan pasangan dan penulis Blueprint for a Lasting Marriage: How to Create Your Happily Ever After With More Intention, Less Work, Lesli Doares mengatakan, orang-orang yang terlalu ingin tahu memang ada di sekitar mereka.

Namun, hanya karena mereka ingin tahu, kita tidak wajib menjawabnya dengan informasi yang mereka butuhkan.

Kebanyakan orang akan memberi jawaban. Namun, jika kamu meyakini bahwa orang bertanya padamu hanya untuk membuatmu kesal, maka kamu bisa membalasnya.

Pimpinan pelatihan komunikasi dan penulis buku Speak From Within: Engage, Inspire, and Motivate Any Audience, Izolda menyarankan untuk mengajukan balik sebuah pertanyaan.

Misalnya, "mengapa status saya ini penting untukmu?" atau pertanyaan lain yang berawalan "bagaimana" dan "apa" sehingga mereka perlu berpikir untuk menjawabnya.

Namun, kamu tak perlu menggiring percakapan tersebut hingga beraroma konflik. Buatlah percakapan tersebut tetap ringan dan menyenangkan.

2. Membelokkan

Ketika kamu tidak mau membicarakan sesuatu, maka jangan dilakukan. Banyak orang memiliki kecerdasan emosional yang cukup untuk berhenti membahas sesuatu yang tidak diinginkannya meski ditanyakan oleh orang lain.

Caranya adalah membalikkan percakapan atau keluar dari topik tersebut.

Psikoterapis dan penulis It Ends With You: Grow Up and Out of Dysfunction, Tina B. Tessina, Ph.D., LMFT menyarankan untuk tidak merespons pertanyaan tersebut.

"Cukup pandangi orang yang bertanya padamu dan diam," kata Tessina.

Diamlah untuk beberapa saat lalu bicarakanlah topik lain atau jika kamu sangat terganggu, pergilah dan bicara dengan orang lain saja.

Namun, Doares lebih menyarankan cara sopan untuk mengganti topik pembicaraan. Pilihlah topik yang ingin kamu bicarakan.

3.Jujur

Opsi ini mungkin tidak akan banyak disukai, namun bukan berarti tidak baik. Bicara tentang hal yang membuat kita tidak nyaman seringkali mengerikan, tapi bukan juga akhir dari dunia.

Jika kamu tidak punya alasan untuk mencurigai motif negatif di balik pertanyaan itu, kamu bisa menjawabnya secara jujur.

"Kamu bisa memberikan jawaban jujur. Seperti kamu sudah pernah berkencan tapi belum menemukan yang cocok dan bisa berkomitmen, atau kencan bukan prioritas saat ini karena kamu lebih fokus pada karir dan lainnya," kata Devoreaux Walton, konsultan kepribadian.

Melontarkan candaan pada situasi seperti itu juga bisa mengubah percakapan yang kaku menjadi lebih cair. Jangan lupa menyesuaikan dengan karakter orang yang kamu ajak bicara.

4. Membicarakannya secara pribadi

Pertanyaan-pertanyaan pribadi seringkali membuat tidak nyaman jika dibicarakan dalam konteks kelompok besar. Tapi, kamu mungkin bisa membicarakannya secara pribadi.

Terapis hubungan Joe-El Caraballo menyebutkan, motif keluarga atau kerabat menanyakan pertanyaan soal status hubungan mungkin tidak jelas.

Tapi, cobalah bersabar dan berbicaralah dengan orang tersebut secara privat, terutama jika kita percaya pada maksud baik orang tersebut. Suatu hal menarik mungkin akan muncul dan kamu mungkin saja mendapatkan solusi atas masalah yang kamu hadapi.

Kamu bisa saja bicara seperti: "jangan bicarakan ini sekarang di depan orang-orang. Nanti akan aku bicarakan dan kita bisa ngobrol pribadi saja."

Cara ini membuat orang yang bertanya padamu merasa memiliki hak untuk tahu, namun kamu juga punya hak untuk tidak membahasnya saat itu.

Apapun yang kamu lakukan, cobalah untuk tidak menjadi pribadi yang menyebalkan. Sebab, bisa saja keluarga atau temanmu itu ingin menawarkan solusi yang membantumu.

"Tapi, jangan juga menjelaskan lebih daripada yang kamu merasa nyaman untuk bagikan. Kamu selalu punya hak untuk membuat batasan pribadi," kata terapis dan Direktur Baltimore Therapy Center, Raffi Bilek, LCSW-C.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan, asmara

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more