09:00 . PT IKSG Kembali Didemo, Ini Sebabnya...   |   08:00 . Polisi Ungkap Korban Kecelakaan Maut di Jatirogo   |   07:00 . 5 Cara Menghilangkan "Holiday Blues", Rasa Sedih Saat Liburan   |   00:00 . Truk Rokok Hantam L 300, Dua Orang Meninggal Dunia   |   21:00 . Sinergi Antar Field, Sahabat Pertamina Kunjungi Cepu Field   |   20:00 . Peralihan Musim, DPP Tuban Minta Peternak Waspadai Penyakit BEF Pada Sapi   |   19:00 . Ditarget Usai Tahun Ini, Pekerja Proyek Drainase Lembur   |   18:00 . Dana Belum Cair, TPT Desa Ini Tetap Digarap   |   17:00 . Enthung Jati Punya Kandungan Protein Tinggi   |   16:00 . Terduga Pelaku Warga Socorejo, Kades: Kami Dampingi Proses Hukum   |   15:00 . Pemuda Asal Grabagan Meninggal Dunia di Gresik, Ini Kronologinya   |   13:37 . Prodi Ilmu Komunikasi Unirow Terakreditasi B   |   13:00 . Pembangunan Stadion Bumi Wali Molor   |   12:00 . Berburu Entung Jati   |   11:00 . Puluhan Warga Semanding Buru 'Enthung' Untuk Dimasak   |  
Tue, 11 December 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 03 December 2018 07:00

Radiasi Gadget Juga Berbahaya bagi Kulit

Radiasi Gadget Juga Berbahaya bagi Kulit

Reporter: -

blokTuban.com - Radiasi dari peralatan elektronik alias gadget bukan cuma berbahaya bagi kesehatan, tapi juga dapat mempercepat penuaan kulit.

Dibandingkan dengan sinar matahari, radiasi gadget seperti laptop, ponsel, atau televisi, memang lebih rendah, namun secara kumulatif tetap berbahaya.

Apalagi rata-rata kita memakai gadget bukan hanya satu atau dua jam setiap hari. Tak jarang kita asik berselancar di dunia maya atau menonton video Youtube sebelum tidur.

Menurut Dr.Abraham Arimuko, Sp.KK, kulit yang terpapar sinar ultraviolet terus menerus, baik dari luar mau pun dalam ruangan, akan mengalami kerusakan.

"Pencegahan paling signifikan yaitu memakai UV filter, yang idealnya harus aman, nyaman, efektif, dan bagus secara kosmetik," kata Abraham dalam acara peluncuran Clinelle WhitenUp di Jakarta (29/11/2018).

Efek paling nyata dari paparan ultraviolet pada kulit antara lain bintik hita, pigmentasi, warna kulit tidak merata, dan kusam.

Namun, menurut Abraham, dalam jangka panjang radiasi UV juga bisa memicu kanker kulit.
 
Esthetic International Group (EIG) merilis produk perawatan kulit sekaligus pelindung dari sinar ultvraiolet, yakni Clinelle WhiteUp.

"Kami menggunakan teknologi advanced anti-photoaging yang efektif menembus lapisan kulit terdalam untuk memberi efek pencerahan kulit," kata FMCG Marketing & Sales Manager EIG Indonesia, Beatrix Pratisari.

Ia menambahhkan, rangkaian produk Clinelle ini juga dilengkapi dengan ekstrak bunga great mullein yang akan melindungi kulit dari sinar ultraviolet dan mengubahnya jadi sumber cahaya sehingga kulit lebih cerah.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more