19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 09 November 2018 12:00

Karang Cerita Jadi Korban Begal, Kasmonat Kini Berstatus Saksi

Karang Cerita Jadi Korban Begal, Kasmonat Kini Berstatus Saksi

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Seorang pria bernama Kasmonat (36) asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban kini berstatus saksi, setelah mengarang cerita menjadi korban pembegalan di jalan raya Pertigaan Jambon Desa Sumurgung Kecamatan/Kabupaten Tuban, Kamis (8/11/2018) malam.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Tuban Kota, AKP Subagiyo. Menurutnya setelah pria tersebut diperiksa luar serta rotgen di RSUD dr. Koesma Tuban, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan serta mengakui jika kejadian itu hoak alias bohong, pria tersebut saat ini berstatus sebagai saksi.

"Sekarang masih berada di RSUD, dan statusnya sementara ini sebagai saksi," terang Kapolsek kepada sejumlah wartawan, Jumat (9/11/2018).

Dia juga menambahkan, status saksi ini bisa juga berubah tergantung nanti, karena pihak Polres Tuban hingga saat ini masih terus mendalami dan mengumpulkan keterangan-keterangan dari para saksi lain terkait dengan kejadian ini.

"Kami masih menunggu petunjuk dari pimpinan dan mengumpulkan keterangan-keterangan," tambahnya.

Menurut Kapolsek, dari hasil penyelidikan sementara ini, motif pria tersebut mengaku berbohong menjadi korban pembegalan agar istrinya tidak menanyakan uang sebesar Rp3.300.000 yang dibawanya.

Diketahui, sebelumnya Kasmonat mengaku sekitar pukul 18.00 Wib hendak pulang ke rumah. Sampai di pertigaan Jambon Desa Sumurgung, pelaku mengaku dihadang empat orang laki-laki dengan ciri-ciri berbadan tegap menggunakan masker penutup muka dan ia dianiaya, kemudian diambil dompet beserta uang Rp3.300.000 di dalamnya, serta pakaiannya juga dilucuti. [hud/rom]

Tag : begal, hoax, korban, bohong, karang cerita, kasmonat

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more