19:00 . Meski Kalah, Strategi akan Diterapkan di Liga 2   |   18:00 . Laga Uji Coba, Persatu Takluk 1-2 oleh Madura United   |   16:00 . Pertamina Tinjau Lokasi Buat Tanggul Kali Wedi   |   15:00 . Live: Persatu VS Madura United   |   14:00 . Pasaran Daerah Masih Lemah, Peternak Ayam Was-Was   |   13:00 . Ini Cara TPPI Perhatikan Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Tuban   |   12:00 . Kemarau, Puting Beliung Terjang 5 Rumah di Tuban   |   07:00 . 5 Gejala Anda Mengalami Stres Di Tempat Kerja   |   19:00 . Sebulan, Tujuh Pelaku Kejahatan di Tuban Didor Polisi   |   18:00 . Ada 3.870 Penyadang Disabilitas di Tuban, Berikut Datanya Tiap Kecamatan   |   17:00 . Otak Curanmor dan Pencurian Beras Nyaris Bacok Lengan Polisi   |   12:00 . Lebih Mudah Rekap dan Perbaikan e-KTP di Kecamatan   |   07:00 . Saran Psikolog untuk Persiapkan Mental Sebelum Menikah   |   19:00 . Dari 1.249 Koperasi di Tuban, Hanya 589 yang Aktif   |   18:00 . Koperasi Syariah Kian Digandrungi dalam 3 Tahun Terakhir   |  
Sun, 16 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 09 November 2018 09:00

Buat Kabar Hoaks Jadi Korban Begal, Warga Merakurak Berurusan dengan Polisi

Buat Kabar Hoaks Jadi Korban Begal, Warga Merakurak Berurusan dengan Polisi

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - KSM (36) seorang pria asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban yang mengaku menjadi korban pembegalan di jalan raya Pertigaan Jambon Desa Sumurgung, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Kamis (8/11/2018) malam, harus berurusan dengan kepolisian Polres Tuban.

Pria tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran kabar pembegalan terhadap dirinya yang dilakukan oleh empat orang dengan ciri-ciri berbadan tegap menggunakan masker serta penutup muka itu palsu atau hanya rekayasa.

Kapolsek Tuban Kota, AKP Subagiyo mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan luar serta Rotgen di RSUD dr Koesma Tuban menyatakan bahwa pada tubuh pria tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka luar dan dalam. Pria tersebut juga mengakui itu rekayasa.

"Setelah dimintai keterangan pria itu mengakui berbohong dan merekayasa kejadian itu dan menyimpan uang itu di semak-semak dekat lokasi kejadian," terang Kapolsek Tuban Kota saat berada di Mapolsek, Jumat (9/11/2018).

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan motif pria tersebut mengaku berbohong menjadi korban pembegalan dilakukan agar istrinya tidak mengetahui bahwa uang sebesar Rp3.300.000 yang dibawanya tersebut. "Motif pelaku berbohong agar istrinya tidak tau masalah uang itu," terangnya.

Untuk saat ini pria tersebut masih berada di RSUD dr. Koesma Tuban dan pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan-keterangan dari saksi yang lain terkait dengan kejadian itu.

Diketahui, sebelumnya pria tersebut mengaku sekitar pukul 18.00 WIB korban hendak pulang ke rumah. Sampai di Pertigaan Jambon Desa Sumurgung, pelaku mengaku dihadang empat orang laki-laki dengan ciri-ciri berbadan tegap menggunakan masker penutup muka dan dianiaya kemudian di ambil dompet beserta uang Rp3.300.000 didalamnya, serta pakaiannya juga dilucuti.[hud/ito]

Tag : kabar, hoaks, begal, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more