07:00 . Mengenal Kandungan Suplemen Otak   |   15:00 . PETANI MELON DI TUBAN DIHANTUI GAGAL PANEN   |   14:00 . Petani Diminta Waspadai Hama Penggerek Batang   |   13:00 . Konser Dangdut KPU Tuban Batal Digelar di Alun-alun   |   12:00 . Begini Komentar Anggota Komisi VII DPR Tentang Pertamina   |   11:00 . Pra Peradilan Gugatan Kepada Kasatreskoba dan Kasi Pidum Gugur   |   10:00 . Kaji Bencana Kenduruan, Jembatan Bakal Diperluas   |   09:00 . Agar Mandiri, 15 Orang Ini Dapat Kursus Bidang Otomotif   |   08:00 . Bantuan Alsitan Tak Termanfaatkan Optimal, Kenapa?   |   07:00 . Mengapa Minuman Manis Picu Kematian Dini?   |   21:00 . Kejahatan Seksual, Dominasi Kekerasan Terhadap Perempuan   |   20:00 . Rumah Janda di Bangilan Runtuh Akibat Longsor   |   19:00 . Partisipasi Warga Tambah Koleksi Museum Kambang Putih Diapresiasi   |   18:00 . Tersangka Kasus Sabu Gugat Kasatresnarkoba dan Kasi Pidum Kejari Tuban   |   15:00 . Tuban: Menunggu Peraturan dari Menteri Keuangan   |  
Fri, 22 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Friday, 09 November 2018 09:00

Buat Kabar Hoaks Jadi Korban Begal, Warga Merakurak Berurusan dengan Polisi

Buat Kabar Hoaks Jadi Korban Begal, Warga Merakurak Berurusan dengan Polisi

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - KSM (36) seorang pria asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban yang mengaku menjadi korban pembegalan di jalan raya Pertigaan Jambon Desa Sumurgung, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Kamis (8/11/2018) malam, harus berurusan dengan kepolisian Polres Tuban.

Pria tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran kabar pembegalan terhadap dirinya yang dilakukan oleh empat orang dengan ciri-ciri berbadan tegap menggunakan masker serta penutup muka itu palsu atau hanya rekayasa.

Kapolsek Tuban Kota, AKP Subagiyo mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan luar serta Rotgen di RSUD dr Koesma Tuban menyatakan bahwa pada tubuh pria tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka luar dan dalam. Pria tersebut juga mengakui itu rekayasa.

"Setelah dimintai keterangan pria itu mengakui berbohong dan merekayasa kejadian itu dan menyimpan uang itu di semak-semak dekat lokasi kejadian," terang Kapolsek Tuban Kota saat berada di Mapolsek, Jumat (9/11/2018).

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan motif pria tersebut mengaku berbohong menjadi korban pembegalan dilakukan agar istrinya tidak mengetahui bahwa uang sebesar Rp3.300.000 yang dibawanya tersebut. "Motif pelaku berbohong agar istrinya tidak tau masalah uang itu," terangnya.

Untuk saat ini pria tersebut masih berada di RSUD dr. Koesma Tuban dan pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan-keterangan dari saksi yang lain terkait dengan kejadian itu.

Diketahui, sebelumnya pria tersebut mengaku sekitar pukul 18.00 WIB korban hendak pulang ke rumah. Sampai di Pertigaan Jambon Desa Sumurgung, pelaku mengaku dihadang empat orang laki-laki dengan ciri-ciri berbadan tegap menggunakan masker penutup muka dan dianiaya kemudian di ambil dompet beserta uang Rp3.300.000 didalamnya, serta pakaiannya juga dilucuti.[hud/ito]

Tag : kabar, hoaks, begal, tuban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more