Pemkab Diminta Relokasi Tempat Jualan Ikan Asap
Reporter: Dwi Rahayu 
 
blokTuban.com - Pedagang ikan asap yang berjajar di sepanjang jalan Pantai Utara (Pantura), tepatnya Jalan Panglima Sudirman Tuban meminta Pemerintah Kabupaten Tuban merelokasi tempat jualan. Pasalnya sejauh ini, ikan asap yang dijajakan di tepian jalan tersebut dianggap belum aman dan nyaman.
 
Salah seorang penjual ikan asap, Yusemi (43), mengaku telah menggeluti usaha menjual ikan sejak beberapa tahun lalu menurutnya pendapatannya stagnan. Pemberlakuan jalan satu arah untuk kendaraan roda empat memicu keengganan pembeli untuk sekadar melongok ikan asap. 
 
"Pinggir jalan kadang nggak enak kalau lagi ramai dan banyak kendaraan, apalagi kalau ada pembeli parkir di jalan, kadang juga jadi perhatian petugas (Satpol PP.red),” katanya.
 
Ia dan sebagian besar pedagang ikan asap berharap, diberikan fasilitas oleh pemerintah setempat. Tidak dapat dipungkiri beberapa tahun belakangan ikan asap menjadi ikon Tuban dan penopang ekonomi keluarga nelayan Tuban.
 
Informasi yang dihimpun blokTuban.com warga yang tinggal di Kelurahan Sidomulyo, Kingking dan utamanya Karangsari sebagian besar menggeluti pekerjaan sebagai nelayan. Namun warga dari Kelurahan Karangsari dominan menjadi pedagang ikan asap di sepanjang pinggir jalan yang dikenal Jalur Daendels tersebut. 
 
Tercatat jumlah penduduk di Kelurahan Karangsari  sekitar 4.030 jiwa. Sebanyak 70 persen dari jumlah penduduk tersebut bekerja sebagai nelayan, dan 30 persen sisanya bekerja di sektor lain. Dengan begitu, ikan asap merupakan potensi besar  penggerak ekonomi masyarakat setempat.
 
Hanya saja, penjualan ikan asap di Kelurahan Karangsari dirasa belum memadai. Itu karena mereka tidak mempunyai tempat khusus, dan masih memanfaatkan badan Jalan Pantura untuk mengais rezeki. "Perlu dibuatkan tempat khusus yang lebih memadai," jelasnya.
 
Dinas terkait melalui Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Kabupaten Tuban, Ir. Farid Achmadi mengaku, pihaknya telah memikirkan untuk relokasi pedagang ikan asap. Namun tempatnya harus berada di sekitar lokasi pedagang saat ini agar tidak terlalu jauh.
 
“Kita sudah memikirkan itu, malah kami pernah membahas, ada pasar khusus ikan asap di depan Kantor Perikanan, yang jaraknya tidak terlalu jauh,” kata Farid.
 
Meski sudah ada wacana grand desain sentra penjualan ikan asap, tapi Farid belum berani memastikan kapan akan terealisasi, rencananya tempat tersebut berada di sekitar lokasi jualan ikan asap saat ini.
 
“Itu potensi bagus, dulu beberapa orang pedagang, sekarang sudah 30 lebih data kami, ini berati tumbuh dari bawah yang berpotensi terus berkembang lagi,” ungkapnya. [dwi/col]