Skip to main content

Category : Tag: Kartini


Peringati Hari Kartini, Sarinah Bagi-bagi Bunga

Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia dalam memperingati hari kartini. Satu di antaranya, seperti yang dilakukan oleh belasan anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tuban, yang menggelar refleksi aksi damai peringatan hari Kartini dengan pembacaan puisi dan bagi-bagi bunga, Sabtu (21/4/2018).

Bagini Cara Kepala Dinkes Tuban Peringati Hari Kartini

etiap orang berbeda-beda memaknai hari Kartini yang jatuh pada hari ini, Sabtu (21/4/2018). Bagi seorang yang dinomersatukan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Endah Nurul K. hari Kartini diklaim sebagai momen penting bagi kaum wanita, untuk kembali mengingat perjuangan Kartini saat itu.

Kartini di Mata Ketua Komisariat PMII Wanita Pertama USB

Setiap tanggal 21 April, warga di tanah air memperingati hari Kartini. Semangat yang lahir dari wanita pelopor emansipasi wanita ini seolah tidak pernah padam. Bahkan, selalu jadi motivasi Kartini muda di era milenial saat ini.

Hari Ini, SDN Pucangan 1 Peringati Hari Kartini

Hari ini, Sabtu (22/4/2017) Sekolah Dasar (SD) Pucangan 1 Kecamatan Montong menggelar kegiatan peringatan Hari Kartini. Hal itu dikarenakan pada (21/4/2017) kemarin, SDN Pucangan 1 menggelar kegiatan Isro' Mi'roj.

Hari Kartini, Pegawai Puskesmas Senori Pakai Kebaya

Setiap tanggal 21 April, warga Indonesia memperingati hari Kartini. Beberapa organisasi, badan, instansi, dan berbagai macam perkumpulan biasanya mengisinya dengan aksi atau diskusi yang mendudukkan Kartini sebagai simbol perjuangan kesetaraan dan emansipasi. Tidak terkecuali, seperti yang dilakukan pegawai di Puskesmas Senori, Tuban.

Hari Kartini

SDN Montongsekar 1 Gelar Pawai Keliling dan Lomba

Peringatan Hari R. A Kartini yang jatuh pada 21/4/2017, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Montongsekar 1, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban mengadakan kegiatan pawai keliling dan berbagai macam perlombaan.

Kartini, Kyai Sholeh Darat dan Kitab Tafsir Faidhur-Rohman

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika  perempuan harus menanggung “double colonisation” (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.