Akibat hujan deras yang mengguyur di berbagi wilayah di Kabupaten Tuban sejak Jumat (14/10), mengakibatkan itensitas aliran air di wisata air terjun Nglirip di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan meningkat.
Mendekati libur panjang pada hari lebaran, tentu dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi objek wisata. Pada bulan puasa tempat wisata cenderung sepi pengunjung, sehingga digunakan perbaikan ataupun melengkapi fasilitas menyambut libur panjang hari lebaran.
Wisata Air Terjun Nglirip yang terletak di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban kini memiliki ikon kuliner yang unik. Ikon tersebbut adalah teh dan rujak yang menjadi camilan murah dan sehat bagi pengunjung.
Banyaknya para petani yang mulai menanam padi saat ini, membuat air terjun Nglirip tidak mengalir, dan kekecewaan pun terlihat di wajah para pengunjung yang ingin menikmati keindahan air terjun di Bumi Wali tersebut, Minggu (17/1/2016)
Saat libur panjang seperti ini, tempat wisata biasanya ramai oleh pengunjung. Begitu pula yang terjadi dengan wahana wisata Air Terjun Nglirip, yang berada di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Pengunjung Air terjun tertinggi di buwi wali ini meningkat saat liburan, banyak wisatawan atau pengunjung datang dari luar kota dan luar provinsi. Bahkan dari pantauan blokTuban.com, ada seorang bule yang sengaja ingin melihat keindahan alam Tuban, terutama Air Terjun Nglirip.
Meskipun Wisata Air Terjun Nglirip meningkat jumlah pengunjungnya, namun mereka tidak merasakan keindahan panorama alam yang biasa disuguhkan, yakni aliran air yang terjun dari ketinggian. Hal ini menjadikan banyak pengunjung yang kecewa. Sebab dari pengelola tidak mengalirkan air dari bendungan, padahal volume air di bendungan seluas 1.292 Ha, bisa dikatakan cukup dan bisa dialirkan.