Pelantikan PC PMII Tuban Dirangkai Dialog Publik di Gedung DPRD, Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Berkeadilan

Reporter: Dahrul Mustaqim

blokTuban.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Tuban secara resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung DPRD Kabupaten Tuban, Minggu (25/01/2026). Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi mahasiswa Islam, tetapi juga dirangkai dengan dialog publik sebagai bentuk penegasan komitmen PC PMII Tuban dalam mengawal arah kebijakan publik serta pembangunan daerah yang berorientasi pada keadilan sosial.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan Pengurus Besar (PB) PMII, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Tuban, PC IKA PMII Tuban, hingga perwakilan PCNU Tuban. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan posisi strategis PMII sebagai organisasi kader yang memiliki keterkaitan historis dan struktural dengan berbagai elemen sosial, keagamaan, dan pemerintahan.

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan identitas kearifan lokal, panitia pelaksana menyambut para tamu undangan dengan pemberian cendera mata berupa Batik Gedog, produk budaya khas Tuban yang merepresentasikan nilai sejarah, ketekunan, dan identitas masyarakat lokal. Pemberian produk lokal tersebut menjadi simbol keberpihakan PC PMII Tuban terhadap pelestarian budaya serta penguatan ekonomi berbasis kearifan daerah.

Rangkaian acara pelantikan juga dimeriahkan dengan penampilan tarian-tarian tradisional khas Indonesia. Pentas seni tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan seremonial, tetapi juga dimaknai sebagai upaya konkret dalam menjaga keberlangsungan budaya nasional serta memberikan penghormatan terhadap prosesi pelantikan pengurus baru PC PMII Kabupaten Tuban.

Ketua PC PMII Tuban, Roviq Wahyudin, menekankan bahwa PMII di tingkat cabang harus mampu membaca perubahan zaman secara cermat dan meresponnya dengan langkah-langkah yang adaptif serta progresif.

“PC PMII Tuban harus mampu bergerak secara adaptif dan melaju secara progresif. Hal ini penting mengingat PMII Tuban memiliki sembilan komisariat dengan latar belakang basis keilmuan, kultur kampus, dan karakter kader yang beragam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Roviq menegaskan bahwa PMII sebagai organisasi kader berbasis intelektual dan kesadaran sosial tidak boleh terjebak pada romantisme diskursus sosial semata, melainkan juga harus memperkuat kapasitas akademik kader secara profesional.

“Kader PMII dikenal fasih berbicara tentang filsafat, sosiologi, ekologi, maritim, hingga politik. Namun, tantangan ke depan menuntut kader PMII untuk juga fasih dalam bidang keilmuan fakultatifnya masing-masing. Keseimbangan antara keilmuan sosial dan kompetensi akademik inilah yang akan membentuk kader PMII yang utuh dan relevan,” tambahnya.

Pandangan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PKC PMII Jawa Timur, Ivan Akiedozawa. Ia menilai keberagaman komisariat yang dimiliki PMII Tuban merupakan modal sosial dan intelektual yang sangat besar apabila dikelola dengan pendekatan yang inklusif, adaptif, dan progresif.

“PMII harus mampu menyambungkan titik ke titik dari berbagai lini, mulai dari dunia akademik, pemerintahan, para pemangku kepentingan, hingga masyarakat luas. Di situlah peran strategis PMII sebagai jembatan gagasan dan gerakan,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Dr. Miyadi, yang juga merupakan kader PMII. Ia mengungkapkan rasa optimisme terhadap perkembangan PC PMII Tuban yang terus mengalami pertumbuhan signifikan dari sisi jumlah komisariat maupun kader.

“Ketika saya berproses di PMII Cabang Tuban, komisariat hanya berjumlah tiga. Hari ini jumlah tersebut terus bertambah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang agar PC PMII Tuban mampu menjawab dinamika dan tuntutan zaman dengan gerakan yang relevan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PC IKA PMII Tuban, Khoirul Huda, dalam sambutannya memberikan dorongan moral kepada seluruh kader PMII Tuban agar terus menjadikan pendidikan sebagai jalan utama pengabdian. Ia berharap capaian akademik Dr. Miyadi yang telah menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral dapat menjadi inspirasi bagi kader PMII.

“Capaian pendidikan hingga S3 yang diraih Miyadi hendaknya menjadi teladan bahwa kader PMII harus memiliki semangat belajar yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan pelantikan ditutup dengan dialog publik bertema “Peran PC PMII Tuban dalam Mengawal Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah yang Berkeadilan.” Dialog tersebut menghadirkan Dakelan sebagai narasumber, dengan M. Rizka Habiburrohman sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dan kritis, membahas peran strategis PMII dalam mengawal kebijakan pemerintah, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta memastikan pembangunan daerah berjalan secara inklusif dan berkeadilan.

Dialog publik tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan bahwa PC PMII Tuban tidak hanya hadir sebagai organisasi seremonial, tetapi juga sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang berkomitmen mengawal arah pembangunan Kabupaten Tuban ke depan.