Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com - Keamanan dan keselamatan jalur pipa distribusi minyak mentah Lapangan Banyu Urip sepanjang 72 kilometer menjadi fokus koordinasi lintas sektor di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan ELSAL menggelar Sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa di Kabupaten Tuban, Rabu (1/7/2026).
Forum ini mempertemukan perwakilan dinas terkait, badan usaha milik daerah, jajaran kecamatan, Perhutani, PLN, hingga perwakilan petani penggarap lahan. Tujuannya menyelaraskan protokol keselamatan industri dengan produktivitas pertanian warga di sepanjang koridor pipa.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Ulfa Mei Sayekti, menegaskan pentingnya kesamaan pandang dalam mengelola lahan di sekitar jalur pipa.
"Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting untuk menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan. Kami mengapresiasi upaya EMCL yang tidak hanya memperhatikan aspek keamanan operasi, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas petani melalui program pertanian berkelanjutan," ujar Ulfa saat membuka acara mewakili Kepala Dinas.
Dukungan teknis pengamanan objek vital nasional ini dipaparkan langsung oleh perwakilan EMCL, Rifqi Romadhon. Dia menjelaskan, keselamatan operasi hulu migas sangat bergantung pada pengawasan partisipatif dari para pemangku kepentingan di tingkat tapak.
Menurutnya, pemahaman mengenai batas kedalaman galian dan larangan mendirikan bangunan di atas jalur pipa hulu migas mutlak diperlukan untuk mencegah insiden fatal yang dapat mengganggu distribusi energi nasional.
"Komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi kunci agar setiap aktivitas di sekitar jalur pipa dapat berlangsung dengan aman," kata Rifqi.
Untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, EMCL telah menjalankan program pertanian berkelanjutan bagi petani di sekitar jalur pipa. Program peningkatan ekonomi petani ini juga menekankan pemanfaatan lahan secara aman.
ELSAL Indonesia sebagai mitra EMCL telah menyiapkan sejumlah program taktis bagi oetani jalur pipa antara lain, edukasi keselamatan jalur pipa secara berkala bagi kelompok tani, pelatihan pembuatan pestisida nabati bersama BUM Desa dan Gapoktan Desa Kepohagung, dan pembangunan balai produksi pupuk organik (bokashi) sebagai pusat pembelajaran pertanian ramah lingkungan.
Dampak nyata dari program pengembangan masyarakat (PPM) yang berkelanjutan ini diakui langsung oleh Camat Plumpang, Saefiyudin. Dia menyoroti bagaimana pendampingan EMCL berhasil mendorong kemandirian sosial dan ekonomi di wilayahnya, salah satunya di Desa Trutup.
"Desa Trutup kini memiliki program pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh warganya. Program ini menjadi salah satu dampak nyata dari dukungan berkelanjutan EMCL melalui berbagai program pengembangan masyarakat yang telah dijalankan di Desa Trutup," papar Saefiyudin.
Menurut Saefiyudin, peningkatan kapasitas dan tata kelola desa yang didorong oleh program-program PPM EMCL telah memicu kemandirian desa yang muaranya kembali pada pelayanan masyarakat. "Pemerintah desa mampu menghadirkan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh warga, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dalam aspek pembangunan fisik, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat secara riil," tambahnya.
Forum ditutup dengan sesi diskusi mengenai perumusan mekanisme mitigasi dan alur koordinasi cepat apabila instansi eksternal seperti PLN atau Perhutani memiliki proyek pembangunan infrastruktur yang jalurnya bersinggungan langsung dengan jalur pipa minyak EMCL. Semua pihak sepakat bahwa forum ini harus terus dilakukan agar memiliki pemahaman urgensi yang sama.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published