Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com - Awalnya, pedasnya menyapa samae di lidah, gurihnya terasa lebih dominan dengan rasa asin berani tapi tidak berlebihan. Begitu nasi hangat bertemu belut goreng, bekicot rica-rica, atau kuah becek mentok bumbu lengkap, rasanya sulit berhenti di satu suapan.
"Pedasnya pasti terasa di akhir, saat kita sudah terlalu khilaf makan lebih dari satu piring," kata Sujito, salah penggemar masakan belut dan bekicot.
Kuliner seperti ini bukan hidangan di restoran mewah. Di Tuban, belut, mentok dan bekicot justru menjadi sajian yang bisa ditemukan di berbagai warung makan, termasuk di sejumlah sudut desa yang jauh dari pusat keramaian.
Bagi sebagian orang, tiga bahan tersebut mungkin bukan menu yang langsung menggoda. Namun bagi para penggemarnya, perjalanan jauh demi sepiring kuliner tersebut bukan persoalan. Ada cita rasa khas yang membuat mereka kembali.
Kalau bicara soal kuliner belut dan mentok di Tuban, nama Warung Jangkar dan Warung Mbah Bagong yang sama-sama ada di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, rasanya sulit dilewatkan.
Warung Jangkar dikenal sebagai salah satu tempat yang sudah lama menjadi tujuan pencinta olahan belut. Sementara Warung Mbah Bagong juga dikenal dengan menu belut, bekicot goreng hingga becek mentok. Keduanya merupakan legenda kuliner belut dan bekicot di Tuban.
Dari bahan yang sederhana, berbagai olahan kemudian lahir. Mentok atau entok, misalnya, bisa dimasak menjadi becek dengan kuah berbumbu yang kaya rempah. Dagingnya juga bisa disajikan sebagai sate dengan sambal kecap.
Untuk belut dan bekicot, pilihannya tak kalah beragam. Keduanya bisa digoreng hingga renyah maupun dimasak rica-rica dengan bumbu yang lebih berani.
Sika, salah seorang pengunjung asal Bojonegoro, mengaku sengaja datang ke Tuban hanya untuk berburu kuliner.
“Rasanya beda. Kalau di Tuban itu masakannya cenderung masih otentik, terutama yang berkuah,” kata Sika.
Bagi Sika, karakter masakan seperti itu menjadi alasan tersendiri untuk datang kembali. Apalagi, beberapa menu khas tersebut tidak mudah ditemukan dengan cita rasa yang sama di daerah lain.
Kini, kuliner belut, mentok dan bekicot tidak hanya bisa ditemui di dua nama yang sudah lebih dulu dikenal. Sejumlah warung lain juga menawarkan menu serupa dengan racikan masing-masing.
Kuliner dengan olahan ini cukup banyak menyebar dibeberapa desa di kecamatan Semanding dan juga ada di kawasan Desa Sugiharjo yang sudah masuk kecamatan kota Tuban. Meskipun cenderung lumayan jauh aksesnya dan ada di pelosok, tapi godaan rasa untuk penikmat kuliner ini mampu menyingkirkan semua halangan, apalagi hanya sekedar jarak.