Jejak Perjuangan Letda Soetjipto hingga Gugur di Tapen Senori (Bag II)
Tugu peringatan gugurnya letda soetjipto Tuban/Arsip blokTuban.com

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com – Pertempuran di Mondokan bukan satu-satunya jejak perjuangan Letda Soetjipto menghadapi pasukan Belanda. Setelah peristiwa tersebut, pasukannya kembali memperkuat pertahanan di wilayah Merakurak dan Montong.

Bersama ODM Merakurak, Letnan Muda Koewat, pasukan Soetjipto menyusun strategi untuk menghambat pergerakan Belanda menuju wilayah barat Tuban.

Sejumlah pos pertahanan kemudian dibangun. Rintangan dan jebakan juga dipasang di jalur Tuban-Merakurak-Montong. Salah satu pos penting berada di Koro, Merakurak, yang digunakan untuk mengganggu iring-iringan pasukan Belanda menuju Montong.

Strategi gerilya menjadi pilihan karena jumlah pasukan yang terbatas. Mereka melakukan penghadangan dan serangan ketika ada kesempatan, kemudian berpindah sebelum pasukan Belanda menemukan posisi mereka.

Perjuangan Soetjipto kemudian berlanjut ke wilayah Senori. Setelah kembali ke Saringembat, ia meminta izin untuk melakukan gangguan terhadap pasukan Belanda yang berada di sekitar Wonosari dan Banyuurip, kawasan yang ketika itu berkaitan dengan aktivitas produksi minyak.

Pada Februari 1949, pasukan Soetjipto kembali bergerak menghadapi patroli Belanda. Salah satu pertempuran terjadi di wilayah Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori.

Dalam pertempuran tersebut, Letda Soetjipto akhirnya gugur bersama sejumlah anggota pasukannya.

Lokasi pertempuran Tapen kemudian ditandai dengan Tugu Banteng di kawasan perbatasan Dusun Tapen dan Dusun Punten. Kisah mengenai gugurnya Soetjipto juga tercatat dalam dokumen Dewan Harian Cabang Angkatan 45 Kabupaten Tuban dan penuturan warga sekitar.

Jejak perjuangan Soetjipto kemudian tidak berhenti pada medan pertempuran. Namanya diabadikan sebagai nama jalan di Tuban dan dikenang melalui sejumlah penanda sejarah yang berkaitan dengan perjuangannya.

Bagi Tuban, Letda Soetjipto bukan sekadar nama sebuah jalan. Dia merupakan bagian dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan ketika pasukan dengan persenjataan terbatas harus menghadapi kekuatan militer Belanda.

Sumber:

1. Panitia Penyusun Sejarah Brigade Ronggolawe, Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe, 1985.
2. Dewan Harian Cabang Angkatan 45 Kabupaten Tuban.
3. Arsip blokTuban.com, “Hari-hari Menjelang Pertempuran Letda Soetjipto”, 19 Agustus 2017.
4. Arsip blokTuban.com, “Kusuma Bangsa yang Gugur di Medan Juang Tapen”, 17 Agustus 2016.