Unik, Sedekah Bumi Pemandian Bektiharjo Tuban Diikuti 90 Persen Ibu-ibu

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.com – Sedekah bumi yang dilaksanakan di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, masih terus dipertahankan hingga saat ini. Dan uniknya, dalam tradisi ini 90 persen yang mengikuti sedekah bumi adalah para ibu-ibu.

Sedekah bumi di Pemandian Bektiharjo sendiri, ditujukan atas rasa syukur dengan adanya sumber mata air di pemandian bektiharjo yang mengalir dan memberikan manfaat kepada beberapa desa sekitar.

Beberapa desa sekitar yang mendapatkan manfaat dari sumber mata air ini antara lain Desa Bektiharjo, Semanding, Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon, Tegalagung.

Menurut juru kunci Pemandian Bektiharjo, Hartono (70) tradisi sedekah bumi dilakukan pada setiap setahun sekali dan harus dilaksanakan pada hari Rabu Pon.

“Sedekah bumi di sini harus dilaksanakan pada hari Rabu Pon, namun untuk bulannya nanti tergantung musyawarah dari para masyarakat,” ujar juru kunci Pemandian Bektiharjo, Hartono (70) kepada wartawan, Rabu (17/05/2023).

Hartono juga menambahkan bahwa dalam sedekah bumi ini warga akan membawa sebuah makanan (ambeng) untuk nantinya didoakan dan dimakan bersama-sama. Setelah itu di siang harinya akan ada sebuah hiburan Langen Tayub.

Dalam membawa makanan sendiri tidak ada syarat khusus semua makanan boleh dibawa, namun rata-rata peserta sedekah bumi akan membawa nasi dan buah.

Disinggung terkait Mengapa peserta yang datang di acara sedekah bumi, didominasi oleh para wanita, Hartono mengatakan kalau memang di siang hari banyak laki-laki yang bekerja menjadikan yang mengikuti acara ini didominasi oleh para wanita.

“Sebenarnya karena para laki-laki banyak yang bekerja di siang hari, makanya yang ikut kebanyakan adalah para ibu-ibu,” imbuhnya.

Sementara itu Rulinda (55) warga prunggahan Kulon mengatakan bahwa ia mengikuti tradisi dari kecil.

“Pertama kali mengikuti kegiatan sedekah bumi saat masih kecil dan diajak oleh ibu,” ujar Rulinda (55).

Mulai dari situlah hingga sampai saat ini ia terus mempertahankan tradisi ini, dengan tujuan atas rasa syukur telah diberikan air dari sumber mata air Bektiharjo oleh Tuhan Yang Maha Esa.[Nur/Dwi]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS