18:00 . Sosiawan Leak Tour ke Tuban, Antusias Berpuisi Tinggi   |   17:00 . Sinopsis Film Argantara yang Dibintangi Aliando dan Natasha Wilona   |   16:00 . Nasabahnya Jadi Korban Link Mirroring , BRI Tuban: Itu Keteledoran, Tak Ada Ganti Rugi   |   15:00 . Film Berjudul Sandal, Antarkan Guru Tuban Juara di GCC Batch 3   |   14:00 . Cabai dan Tomat di Tuban Turun Rp3.000, Telur Ayam Naik Rp1.833 per Kilogram   |   13:00 . Prediksi Cuaca Tuban 28 November: Hujan Merata di Siang Hari   |   12:00 . ASN Tuban Kebobolan Uang Rp10 Juta di Rekening Tabungan BRI   |   11:00 . Lowongan Kerja Crew Resto Mie Gacoan yang Akan Buka di Bojonegoro   |   10:00 . Nikah di Tengah Banjir, Pengantin Asal Bojonegoro Viral di Medsos   |   09:00 . Harga Emas Antam Hari ini 28 November 2022 Berada di Level Rp977.000 Per Gram   |   08:00 . Doa Pembuka Rezeki, Diamalkan Rasulullah SAW Setelah Shalat Wajib Subuh   |   07:00 . 321 Korban Meninggal, Tersisa 11 Orang Hilang Pasca Gempa Cianjur   |   06:00 . Komunitas Resik Tuban Santuni Puluhan Anak Yatim Tuwiri Wetan   |   05:00 . Es Lumut Aneka Rasa Disukai Anak Sekolah di Tuban   |   16:00 . Optimalkan Marketing Online, Produk UMKM Tuban Tembus Toko Modern hingga Luar Negeri   |  
Mon, 28 November 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Perlu Penegakan Hukum yang Berkeadilan bagi Anak untuk Tragedi Kanjuruhan

bloktuban.com | Saturday, 05 November 2022 11:00

Perlu Penegakan Hukum yang Berkeadilan bagi Anak untuk Tragedi Kanjuruhan

Reporter: Nidlomatum MR

bloktuban.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat 42 perempuan dan 37 anak menjadi korban tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Malang. Terkait proses hukumnya, Rumah Perempuan dan Anak (RPA) berharap harus diusut tuntas. 

Selain itu, RPA berharap Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang masih terus bekerja dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait tragedi Kanjuruhan bisa mendalami peristiwa memilukan itu dari segala aspek, mulai aspek hukum, aspek sosiologis dan perlu didalami juga ada tidaknya pelanggaran hak asasi manusia, hak perempuan dan juga hak anak. 

Terkait hal ini, secara hukum, Ketua Bidang Advokasi PP Rumah Perempuan dan Anak, Wulansari, SH.MH mengatakan dalam penegakan hukum kasus Kanjuruhan saat ini hanya menggunakan dasar Hukum KUHP dan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun.

"Padahal, dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan bagi anak yang menjadi korban tindak pidana, penting menyertakan juga Pasal 76C jo Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dalam alasan Hukum Penegakan Hukum terhadap pelaku tragedi Kanjuruhan," ujarnya.

Dalam Pasal 76 C Undang-Undang Perlindungan Anak ditegaskan bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak maka akan dikenakan pasal-pasal yang bisa menjerat pelaku. 

"Ancamannya sebagaimana pasal 80 berbunyi bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan yang pasal 76 C, maka dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 

(tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah). Hukumannya akan berbeda jika korban anak luka berat maka ancaman penjaranya maksimal lima tahun dengan denda Rp100 juta, jika meninggal maka ancaman penjaranya maksimal 15 tahun dengan denda Rp3 miliar," imbuhnya.

Pasal-pasal ini patut dipertimbangkan ketika melakukan proses hukum tragedi Kanjuruhan. Sebab, dengan fakta adanya korban anak baik yang luka ringan, luka berat bahkan kematian menunjukan bahwa tragedi Kanjuruhan merupakan tindak pidana yang melanggar pasal 76 C jo 80 Undang-Undang Perlindungan anak. "Dasar hukum ini bisa digunakan untuk menjerat pelaku baik atas kelalaiannya maupun secara sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan anak luka-luka sampai dengan meninggal dunia," jelas ibu dua anak ini.

RPA juga melihat hal lain yang perlu diperhatikan yakni masalah pemenuhan hak restitusi terhadap anak. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Restitusi bagi Anak Korban tindak Pidana. "Untuk saat ini belum tampak adanya upaya pelaksanaan hal tersebut," ucapnya.

Padahal, restitusi merupakan ganti rugi bagi korban yang wajib diberikan kepada anak korban tindak pidana yang penghitungan kerugiannya dilakukan oleh Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) dan akan menjadi bagian pemberkasan dalam proses hukum untuk nantinya menjadi putusan pengadilan. Selain aspek penegakan hukum serta pemenuhan hak restitusi, RPA juga melihat pentingnya ada upaya respon terhadap anak yang kehilangan orang tuanya akibat tragedi Kanjuruhan ini.

Upaya strategis dan praktis untuk memastikan pemenuhan hak anak baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, pengasuhan alternatif dan hak hak lainnya pernting untuk terus diidentifikasi dan diintervensi secara cepat dan tepat.

Tragedi Kanjuruhan bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran bagaimana pengamanan untuk penonton sepakbola perempuan dan anak pada pertandingan sepakbola ke depan. Bisa dengan membuat tempat khusus, atau cara-cara antisipasi kerawanan yang berakibat menghilangkan nyawa penonton, khususnya penonton rentan yakni perempuan dan anak. [lis/dwi]

 

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS 

Tag : Penegakan hukum, korban kanjuruhan, korban anak, bloktuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 06 November 2022 11:00

    Blok Cerpen

    Takdir

    Takdir Entah apa saja yang sudah kulewati di tahun 2020, aku hanya ingin menuliskan sebuah pintu harapan....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat