Ketua Kopertis Surabaya Isi Orasi Ilmiah Wisuda Mahasiswa IAINU Tuban

Reporter : M. Nurkholis

blokTuban.com - Ketua Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Surabaya Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag, Grad. Dip.SEAm M.Phil, Ph.D berpesan agar lulusan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban dinilai memiliki keunggulan dibanding dengan lulusan dari perguruan tinggi lain. Karena sebagai perguruan tinggi, IAINU Tuban memang harus punya nilai lebih dibanding yang lain.

‘’Mahasiswa dan lulusan IAINU Tuban harus punya sesuat yang tidak dimiliki oleh mahasiswa yang tidak kuliah di IAINU Tuban,’’ ujar saat memberikan orasi ilmiah dalam wisuda sarjana strata satu (S1) IAINU Tuban. Acara digelar di gedung Graha Sandiya Minggu (16/10/2022) siang.

Pria yang juga Rektor UINSA Surabaya ini menambahkan, bahwa nilai lebih itu sangat penting membedakan dengan perguruan tinggi yang lain. IAINU Tuban sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) maka memiliki ciri khas dan kelebihan yang nyata.

‘’Seperti disampaikan tadi, sebagai kampus yang religius, sosial dan entrepeneur maka karakter itu yang harus dimiliki para mahasiswa,’’ tambahnya.

Wakil Sekjen PBNU ini menyebut, di kampus ada juga mahasiswa lestari, yakni males tapi  selesai studinya. Ada juga mahasiswa rebahan. Dan mahasiswa jenis ini tidak boleh ditiru. 

‘’Yang penting diperhatikan adalah ada proses, pengalaman yang didapat selama menjalani proses itulah yang akan bergunia. Pesan rektor dan Kiai Wafa dari BPP tadi benar-benar harus diperhatikan,’’ katanya.

Prof Zakki berpesan, meski telah lulus, dia berpesan agar para lulusan tidak jauh-jauh dari IAINU. Mereka diminta selalu update keberadaan, pekerjaan dan lainnya. Karena hal itu menurut dia, sangat penting.  Karena sekarang aturan makin ketat untuk perguruan tinggi.

‘’Setiap kali akreditasi membuka akun saja bayar Rp56 juta, ada yang lebih tergantung prodinya. Ditambah biaya-biaya lain, kalau ditotal bisa sampai Rp100 juta untuk satu prodi, Maka bantulah IAINU dengan update info tentang alumni ini penting karena  ada internal efisiensi dan eksternal efisiensi,’’ jelasnya.

Sekretaris PWNU Jawa Timur itu mengaku sudah mengusulkan dana reakreditasi ditanggung pemerintah. Dia mohon doanya karena sedang memperjuangkan ini, Dia juga berharap IAINU sgera menjadi universitas.’

’’Kabari apa yang bisa kami bantu, akan kami support, saat ini sedang mendampingi beberapa perguruan tinggi. Ada SK pendampingan, guru besar dan SDM  yang dibutuhkan ditugasi untuk mendampingi,’’ tandasnya.

Dalam wisuda ketiga tahun ini, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban memwisuda 272 mahasiswa. Di antaranya 223 lulusan dari program studi (prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), 31 lulusan dari prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan 18 lulusan dari prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Sebelumnya, para lulusan ini sudah melaksanakan yudisium.

Wisuda yang dipimpin langsung Rektor IAINU Tuban Akhmad Zaini, S.Ag, M.Si itu dihadiri oleh para dosen, dekan dan civitas akademika IAINU Tuban. Perwakilan BPP IAINU Tuban dan PCNU Tuban. Selain itu Ketua DPRD, alumni dan undangan lainnya.

Kepada para lulusan yang telah diwisuda, Rektor IAINU berpesan agar terus mengamalkan ilmunya di masyarakat. Menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat serta terus berusaha berkontribusi baik. 

‘’Dengan ilmu yang dimiliki, mahasiswa atau lulusan IAINU harus bisa menjadi solusi atas persoalan yang ada di masyarakat. Sehingga keberadaan lulusan IAINU benar-benar membawa manfaat dan menjadi berkah bagi lingkungannya,’’ pesannya.

Rektor bersyukur karena bisa wisuda normal. Dia menyebut, wisuda bukan akhir tapi justru awal. Selama empat tahun sudah berusaha sebesar-besarnya untuk mendidik.

‘’Terimakasih pada orang tua wali, semoga manfaat ilmunya, berguna bagi masyarakat sekitar,’’ tambahnya.

Selama dididik di IAINU, lanjutnya, ada karakter yang ingin dicapai yakni religius, sosial dan entrepreneur. Religius mahasiswa mempunyai karakter agamis, lalu punya jiwa sosial, dan punya peran di masyarakat. Menjadi bagian dari problem solving atau memecahkan masalah. Jiwa entrepeneur adalah jeli, peka dan cerdas melihat peluang. 

‘’Mohon maaf bila selama mendidik ada hal yang kurang berkenan mohon maaf, terimakasih sudah hadir dalam wisuda semoga menjadi amal ibadah yang baik,’’ tandasnya.

Mewakili BPP IAINU KH. Ahmad Syariful Wafa mengaku bersyukur dan berbahagia atas wisuda itu. Dia berdoa semoga IAINU selalu dilindungi Allah sehingga semakin maju, besar dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

‘’Saya lihat wisudawan muda-muda, ini artinya IAINU sudah menunaikan tugasnya mensarjanakan kader-kader NU,’’ jelasnya. 

Dia berpesan agar yang disampaikan rektor benar-benar dipegang oleh para wisudawan. Lulusan IAINU tidak boleh tidak bermanfaat dan menggunakan ilmunya untuk kemaslahatan masyarakat.

‘’Untuk menjadi manusia seutuhnya hanya dua hal, kalau tidak berilmu maka belajarlah, agar benar-benar menjadi manusia. Ada maqolah kesulitan dan memudahan adalah nikmat, karena  setiap manusia merasakan itu, maka bersyukurlah karena itu adalah nikmat,’’ tandasnya.[lis/ono]