11:00 . Kopi Dicampur Kunyit Bisa Mencegah Diabetes? Ini Alasannya   |   10:00 . Trending Youtube, Lirik Lagu Ay-Yo - NCT 127 (Repackaged) Lengkap Beserta Terjemah Indonesia   |   09:00 . Harga Emas Antam Hari ini 31 Januari Turun di Level Rp1.027.000 Per Gram   |   08:00 . Keutamaan Mengamalkan Doa Sapu Jagat, Dibaca Setelah Sholat Fardhu   |   07:00 . Resep Prol Tape Tanpa Pakai Mixer, Bisa Langsung Dicoba di Rumah   |   18:00 . Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditemukan di Kandang Ayam Milik Warga di Tuban   |   17:00 . Satus Sengketa Tanah Warga dan Polri di Tuban, Adalah Lapangan Tembak Milik Polres   |   16:00 . Boster ke-2 Sudah Disediakan Bagi Masyarakat Tuban Untuk Cegah Varian Covid Lainnya   |   15:00 . Narapidana Terorisme asal Kudus Dibebaskan Bersyarat oleh Lapas Tuban   |   14:00 . Mengenal Ajian di Budaya Jawa yang Telah Ada Sejak Jaman Dulu   |   13:00 . Turun Rp5.000, Cabai Rawit di Tuban Kini Jadi Rp50.000/Kilogram   |   12:00 . 5 Lokasi Beli Ice Cream Enak dan Murah di Tuban   |   11:00 . Manfaat Bersihkan Area Gigi dengan Siwak, Sunnah Rasulullah Sejak Dulu   |   10:00 . Lirik Lagu No Comment - Tuty Wibowo Feat Bunda Corla Kembali Viral   |   09:00 . Penghujung Januari 2023, Harga Emas Antam Stagnan Selama 3 Hari di Level Rp1.029.000 Per Gram   |  
Tue, 31 January 2023
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Ini yang Dibicarakan Mendag saat Bertemu Duta Besar USTR

bloktuban.com | Friday, 13 May 2022 09:00

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dengan Duta Besar United States Trade Representative (USTR) Katherine Tai di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/5) kemarin ada hal penting yang dibicarakan. 

Bahwa kerja sama ekonomi digital ASEAN-Amerika Serikat menjadi salah satu isu penting dalam kerangka pembahasan isu ekonomi bilateral, regional, dan multilateral. Pertemuan yang dilakukan di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat pada 11—13 Mei 2022 itu, Mendag Lutfi menyampaikan, elemen ekonomi digital menjadi isu yang sangat signifikan dalam menavigasi pemulihan arus perdagangan di kawasan. 

Namun, platform lintas batas ini memiliki tantangan tersendiri yang dapat memberikan tekanan cukup kuat bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini mengingat dinamika perdagangan internasional yang kontra produktif dengan pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir. 

Misalnya, pandemi Covid-19, distorsi terhadap rantai pasok global dan regional, eskalasi konflik Rusia dan Ukraina, hingga melemahnya kepercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral.

“Untuk itu, perlu kerja sama seluruh negara dalam menghentikan upaya-upaya kapitalisme modern yang saat ini berkembang di platform digital,” tegas Mendag Lutfi.

Pada pertemuan tersebut, Mendag juga menyampaikan rencana pelaksanaan pertemuan Khusus ASEAN Economic Ministers (AEM) pada 18 Mei 2022 di Bali. 

Sementera Duta Besar Katherine Tai menyampaikan, program Amerika Serikat dalam pembangunan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh cukup signifikan di kawasan Asia Tenggara. 

Menurutnya, agenda Pemerintah Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik adalah melalui perwujudan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang memiliki fleksibilitas dan terdiri atas empat pilar utama yang saling terkait. 

Baca berita sebelumnya : Kronologi Kemendag Gagalkan Ekspor 81 Ribu Liter Minyak Goreng ke Timor Leste

Keempat pilar tersebut yaitu Fair and Resilient Trade, Supply Chain Resilience, Infrastructure, Clean Energy dan Decarbonization, dan Tax and Anti-Corruption.

Lebih lanjut, Duta Besar Katherine Tai menitik beratkan penjelasan IPEF pada pilar Fair and Resilient Trade yang mencakup penyusunan prinsip-prinsip, aturan, standar, kolaborasi terkait ekonomi digital yang dewasa ini menimbulkan tantangan serta oportunitas tersendiri.

Duta Besar Katherine Tai menegaskan, Pemerintah AS berupaya membangun suatu keterikatan yang didukung oleh sektor bisnis di kawasan melalui pembangunan ekonomi yang semakin tangguh, berkelanjutan, memberikan lebih banyak insentif bagi dunia usaha, dan meningkatkan inklusifitas namun bukan sesuatu yang dipandang sebagai kebijakan anti Tiongkok.

“IPEF bukan kerangka kerja sama perdagangan tradisional dan memerlukan keterikatan yang lebih erat dalam menciptakan inovasi kerja sama perdagangan baru dengan negara atau ekonomi baru. Amerika Serikat sangat terbuka dalam mengembangkan sesuatu yang inovatif dan berbeda yang mungkin akan memiliki elemen-elemen perjanjian perdagangan sebagai platform untuk melanjutkan kolaborasi,” jelas Duta Besar Tai.

Pada pertemuan dibahas juga beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia dan Amerika Serikat. Isu tersebut di antaranya tentang rokok keretek, WTO, dan beberapa isu bilateral seperti Generalized System of Preferences (GSP), Intellectual Property Right (IPR), serta komitmen dalam kesepakatan Indonesia-Amerika Serikat. 

Pada pertemuan, kedua perwakilan akan mengupayakan pertemuan bilateral lanjutan di sela Pertemuan Asia Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible for Trade APEC-MRT atau Pertemuan the Twelfth WTO Ministerial Conference (MC-12) mendatang. [Ali]

Tag : Tuban, Kabupaten Tuban, Mendag Lutfi, Duta besar USTR, UMKM



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat