21:00 . Tarik Investasi, SKK Migas Jadwalkan Konvensi Hulu Migas   |   20:00 . Peresmian Balai Seni Budaya Nusantara Tuban Dihadiri Nomo Koeswoyo   |   19:00 . Sigini Biaya Pasang Sambungan Baru Air PDAM Tuban Golongan I, II, dan III   |   18:00 . Women King dan Pamali Tayang di Bioskop NSC Tuban Hari Ini   |   17:00 . Tuban Tekno – Inkubasi Inovasi Tahun 2022 Resmi Ditutup   |   16:00 . Lirik Lagu HELLO - TREASURE Beserta Terjemah Bahasa Indonesia   |   15:00 . Beras di Tuban Turun, Telur Ayam Naik   |   14:00 . Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Ayam Terguling di Tuban Rugi Belasan Juta   |   13:00 . Habis Shubuh Rumah Warga Tuban Terbakar, Surat Berharga dan Uang Tunai Lenyap   |   12:00 . Lowongan Kerja Nakes di RS Muhammadiyah Babat untuk Bulan Oktober 2022   |   11:00 . Turun Rp5.000, Harga Emas Antam Dibanrol Rp957.000 Per Gram   |   10:00 . Doa Memohon Agar Memiliki Anak Berakhlah Terpuji   |   09:00 . Hasil Audit BKN Temukan Kesalahan Mutasi 530 Pejabat di Tuban, Ini Respon Jubir Pemkab   |   08:00 . Hebat! Koarmada II Pecahkan Rekor Muri Water Trappen di HUT ke-77 TNI   |   07:00 . Anak Usaha Pertamina Punya 17 Rumah Sakit di Jawa Timur, Terbanyak di Gresik   |  
Thu, 06 October 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Stunting di Jatim 23,5 Persen, BKKBN Jatim Ajak Kemenag Tuban Turunkan Angkanya

bloktuban.com | Thursday, 24 March 2022 08:00

Stunting di Jatim 23,5 Persen, BKKBN Jatim Ajak Kemenag Tuban Turunkan Angkanya

Reporter : Sri Wiyono

blokTuban.com - Angka stunting di Jawa Timur masih tinggi. Saat ini masih pada angka 23.5 persen. Angka ini memang lebih rendah dibanding angka stunting nasional yang mencapai 27,6 persen.

Stunting yang merupakan sebuah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan atau dua tahun memang mengkhawatirkan.

Karena itu, BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Jatim menggelar Implementasi Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL) di aula Tulip Dinas Kesehatan P2KB Tuban. Kegiatan ini diikuti oleh admin KB Kabupaten, admin 20 kecamatan dan Kepala KUA se Kabupaten Tuban.

Dengan narasumber dari Kementerian Agama Tuban dan dari Dinas Kesehatan. Kegiatan itu merupakan upaya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Tuban.

Sekretaris Dinas Kesehatan P2KB Tuban, Lulut Purwanto, mengatakan  Indonesia masih memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi, yaitu 27,6 persen, sedangkan Jatim 23,5 persen dan angka stunting Kabupaten Tuban 11,64 persen. 

Percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan, prevalensinya ditargetkan dapat diturunkan menjadi 14 persen di tahun 2024. "Strategi pencegahan stunting dari hulu merupakan upaya preventif untuk memastikan setiap Catin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil," ujarnya.

Sementara Koordinator Bidang KS-PK BKKBN Jatim, Suhartuti, menjelaskan, Jawa Timur sebagai provinsi penyangga untuk seluruh Indonesia dan ditargetkan untuk bisa menurunkan angka stunting sebesar 13,5 persen.

‘’Oleh karena itu,  pemerintah akan berusaha merubah dari hulu. Hulunya adalah calon pengantin usia subur dan mundur sedikit adalah para remaja usia nikah," terangnya. 

Ia juga mengatakan bahwa usia ideal menikah adalah perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun walaupun dalam undang undang perkawinan usia nikah minimal 19 tahun.

Alur implematasi Elsimin dari pencegahan stunting adalah catin datang ke desa untuk minta surat keterangan nikah. Kemudian datang ke Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan tinggi badan (TB), berat badan (BB) dan lingkar lengan atas (LILA) serta kadar Hb. 

Setelah itu, dilakukan pendampingan yaitu catin diarahkan untuk mendonwlod aplikasi Elsimil dan mengisi serta menjawab beberapa pertanyaan serta pengetahuan tentang stunting dalam aplikasi tersebut. 

Setelah itu datang ke KUA untuk mendaftarkan diri dengan menunjukkan sertifikat siap nikah yg di dapatkan dari aplikasi Elsimil.

Sedang Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, menyampaikan bahwa setiap catin harus memahami tentang stunting dan faktor risiko yang ada pada dirinya. Jika sudah memahami risiko, catin juga memahami upaya 'treatmen' yang harus dilakukan untuk meminimalisir risiko stunting. 

‘’Maka salah satu upaya yang harus ditempuh untuk menurunkan percepatan stunting adalah memastikan catin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil,’’ terangnya.

Mashari menambahkan, bahwa hasil dari pemeriksaan pada Elsimil baik atau buruk tidak menjadi syarat untuk menikah.[ono]

 

Tag : stunting, kesehatan, bkkbn, kemenag



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 October 2022 10:00

    Blok Cerpen

    Sang Penjaga Bumi

    Sang Penjaga Bumi Guruh, ia adalah seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Sejak kedua orang tuanya berpisah ia tinggal bersama mbok Yam. Guruh dan mbok Yam hidup sebatangkara. Setiap harinya selalu berkelana, jalan-jalan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat