Virus Corona Terus Bermutasi, dr. Reisa: Tetap Lanjutkan Ketaatan Menerapkan Prokes

Jubir Pemerintah untuk Covid-19: (Foto: Istimewa)

 

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

 

blokTuban.com - Tidak lama ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyatakan, bahwa semua virus ini bermutasi. Kata dia, SARS-COV-2 sebagai anggota keluarga virus Corona, dapat terus bermutasi sejak pertama kali di identifikasi, tepat 2 tahun lalu di bulan Desember 2019.

 

"Mutasi adalah perubahan kode genetik virus dan virus yang sudah berubah dari aslinya atau yang disebut bermutasi itu tadi kita kenal dengan sebutan varian," terang dr. Reisa dalam siaran persnya terkait PPKM pada, Rabu (1/12/2021) lalu.

 

Dalam konteks ini, lanjut dia, varian baru virus Corona Omicron memiliki sifat yang berbeda dengan yang sebelumnya ditemukan, yakni Alfa, Beta, Gamma, dan Delta. 

 

"Beberapa varian virus Corona memang menyebar lebih mudah dibandingkan yang lain. Seperti Delta yang telah menyebabkan peningkatan laju penularan seperti yang kita alami di bulan Juli 2021 lalu," tegasnya. 

 

Dampak mutasi varian ini, imbuhnya, menjadi lebih cepat menular dan akan menambah beban pada rumah sakit, dan tentunya tenaga kesehatan. Efek lain dari mutasi virus adalah membuat pasien rawat inap jadi melonjak tinggi.

 

"Ruang gawat darurat menjadi penuh dan pada akhirnya kematian meningkat karena tidak mendapatkan perawatan dengan optimal," katanya.

 

Terganggunya sistem kesehatan, menurut Reisa, juga akan mempengaruhi perawatan pasien penyakit lain-lain covid-19.  Oleh sebab itu, ia menekankan agar masyarakat mampu mencegah atau menekan kemungkinan mutasi lebih banyak virus ini.

 

"Ini harus kita lakukan bersama-sama dengan tetap lanjutkan ketaatan kita menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Terutama menggunakan masker dan promosikan vaksinasi covid-19," pungkasnya menandaskan. [rof]