12:00 . Unik, Tiang Masjid Setinggi 27 Meter Berdiri Tanpa Alat Berat   |   09:00 . Penyekatan Arus Balik Dimulai, Puluhan Kendaraan Diputarbalikkan   |   08:00 . Pesan Hoax Ledakan Corona Menyebar hingga Tingkat RT   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   14:00 . Tak Segera Diperbaiki, Jembatan Glendeng Kini Malah Ditutup Total   |   13:00 . Dampak Penyekatan di Tuban, Kasus Harian Corona di Bawah 15   |   12:00 . Walah..!!! Gegara Ini Akses Jembatan Darurat Glendeng Ditutup   |   11:00 . Boleh Silaturahim Tatap Muka, Tapi Tetap Pakai Masker   |   09:00 . Hampir Setahun Diterlantarkan, Kini Jembatan Glendeng Jadi Biang Kemacetan   |   07:00 . Kenalkan Pola Makan Sehat Pada Anak, Apa yang Perlu Diperhatikan?   |   17:00 . Kemenkumham Beri Remisi Khusus 168 Napi di Tuban   |   16:00 . Lebaran, Kawasan Obvitnas di Tuban Dijaga Ketat   |   15:00 . Masa Pandemi, 935 Warga Tuban Daftar Haji   |   13:00 . Jika Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan, Perpusda Harap Bisa Layani Baca Buku di Tempat   |   11:00 . Tunggu Keputusan Pusat, 1.296 Calon Haji Tuban Siap Berangkat Tahun Ini   |  
Sat, 15 May 2021
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Harga Kedelai Terus Meroket, Produsen Tahu dan Tempe Keluhkan Omset Turun

bloktuban.com | Saturday, 20 March 2021 12:00

Harga Kedelai Terus Meroket, Produsen Tahu dan Tempe Keluhkan Omset Turun

 

Reporter : Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com - Sejumlah pedagang tahu dan tempe di Pasar Baru Tuban keluhkan omset menurun. Sabtu, (20/03/2021). Sebab, harga kedelai terus naik.

Kedelai adalah bahan utama pembuatan tahu dan tempe. Memiliki kandungan nutrisi yang baik di tubuh.

Sebagai salah satu pengganti lauk pauk, tahu dan tempe menjadi primadona di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Harganya yang terjangkau membuat daya tarik pembeli.

Namun, sejak awal tahun harga kedelai terus alami kenaikan, membuat beberapa penjual alami penurunan omset.

Misalnya Murni, salah satu penjual yang mengaku alami penurunan.

"Tidak ada perubahan sama sekali, pembeli masih sepi, resikonya kalau busuk ya dibuang," ungkap Murni, salah satu penjual tempe di Pasar Baru Tuban.

Menurutnya, di masa pandemi ini penjualan tahu dan tempe sangat terpuruk. Melihat kondisi saat ini yang masih kesulitan mencari uang.

"Kedelai naik terus, nggak turun-turun. Saya bingung mau bagaimana lagi, saya hanya bisa membuat tahu dan tempe. Saya produksi sendiri, sudah nggak ada penghasilan masih harus beli kedelai dengan modal yang pas-pasan. Semoga harganya segera turun," imbuhnya.

Diketahui harga kedelai lokal yang sekarang Rp14.000 per kilogram, sedangkan kedelai impor Rp11.000 per kilogram.[ulf/ono] 

 

Tag : kedelai, tahu, tempe, pasartuban

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 05 April 2021 13:00

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com

    Mahasiswa Unirow Tuban Belajar di Kantor blokTuban.com Sekitar 25 mahasiswa-mahasiswi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban berkunjung di kantor redaksi blokTuban.com Jalan Sunan Muria No. 28 Kelurahan Latsari,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 19 November 2019 14:00

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax

    Surat Panggilan Tes Pertamina Adalah Hoax PT Pertamina (Persero) kembali menjadi objek penipuan lowongan kerja. Kali ini ada pihak mengatasnamakan Pertamina mengumumkan lowongan kerja dan kemudian memanggil pendaftar untuk melakukan berbagai tes....

    read more