20:00 . Air Laut dari Pantai Semilir, Bisa Obati Penyakit Kulit?   |   19:00 . Twin Cafe, Pilihan Tempat Nongkrong yang Asyik Bareng Teman   |   18:00 . Uniknya Battle Latte Art, Seni Menghias Kopi dalam Acara Ningrat Market Fest   |   17:00 . IKA PMII Tuban Gelar Raker, Berikut Program Prioritasnya   |   16:00 . Polsek Widang Larang Masyarakat Pasang Perangkap Tikus Listrik   |   15:00 . Ini Perbandingkan Jumlah Jabatan Kosong SOTK Lama dan Baru di Tuban   |   14:00 . Kadinkes Belum Tahu Jumlah Warga Tuban Penerima Vaksin Booster Covid-19   |   13:00 . DPRD Kecewa, Pemkab Telat Beri Data Rapor Kinerja ASN Non Job   |   12:00 . Konsisten Selama Lima Tahun, NFT Foto Selfie Ghozali Terjual Hingga Miliaran   |   10:00 . Berikut Cara Agar Tanaman Hidroponik Tumbuh Subur   |   07:00 . Hubungan Toksik dan Ciri-Cirinya   |   12:00 . Cicipi Lezatnya Olahan Becek Mentok Pedas Khas Tuban Yang Getarkan Lidah   |   11:00 . Musim Hujan Jadi Tantangan Utama Pengrajin Gerabah Tuban   |   10:00 . Tingkatkan Kapasitas SDM, IAINU Tuban Gelar Bimtek Pengelolaan Kampus   |   09:00 . Sit With Emotion, Salah Satu Cara Memanajemen Quarter Life Crisis   |  
Mon, 17 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Produsen Tahu dan Tempe Sepi Pembeli

bloktuban.com | Sunday, 21 February 2021 08:00

Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Produsen Tahu dan Tempe Sepi Pembeli

Reporter: Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com - Kedelai adalah bahan utama pembuatan tahu dan tempe yang memiliki kandungan protein yang dibutuhkan tubuh.

Sebagai salah satu bahan lauk-pauk, tahu dan tempe menjadi primadona di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Harganya yang terjangkau dan kaya protein menjadikan komoditas ini banyak dicari pembeli.

Namun, dimasa pandemi ini penjualan tahu dan tempe terpuruk. Selain karena harga bahan dasarnya yang mahal, masyarakat juga kesulitan ekonomi sehingga memilih berhemat untuk kebutuhan sehari-hari.

Murni, salah satu penjual tahu dan tempe mengaku penjualannya sepi pembeli. 

"Sudah hampir setiap hari begini, kalau nggak ada yang beli otomatis tempe saya busuk, " Ujar Murni, selaku penjual di Pasar Baru Tuban.

Murni menambahkan, alasan masyarakat tidak membeli karena kesulitan mencari uang di era pandemi. 

"Kedelai juga naik terus, nggak turun-turun bertambah lah beban saya. Apalagi saya produksi sendiri, sudah nggak ada penghasilan masih harus buat kedelai dengan modal yang pas-pasan. Semoga harganya segera turun," imbuhnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Irma, salah satu penjual tahu dan tempe. 

"Harga kedelai masih terus naik, saya produksi sendiri. Kalau tempe dan tahu saya nggak laku, otomatis saya rugi," ungkap Irma. 

Diketahui harga kedelai dari awal tahun Rp9.000 per kilogramnya hingga saat ini mencapai Rp11.000 per Kilogramnya, Minggu, (21/02/2021). [lin/lis]

 

 

Tag : Tempa, harga, kedelai, naik



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more