08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |   14:00 . Hati-hati Calo Plasma Sudah Berkeliaran di Tuban   |   13:00 . Anggaran KONI Dikepras, FPKB Teriak   |   12:00 . Ringankan Beban Warga, Lapas Salurkan 50 Paket Sembako   |   11:00 . Sidak Bansos, Bupati Sorot Kinerja Pendamping, Agen hingga Supplier   |   09:00 . Kapolda Jateng Ajak Warga Pergerakan Jalan Bareng   |   08:00 . Dewan Pers Apresiasi Peluncuran AMSI Crisis Center Covid-19   |   07:00 . Jangan Buka Jendela Saat Cuaca Panas, Ini Anjuran Dokter   |   20:00 . PPKM Level 4: Polisi Bagi Bansos Ke PKL   |   19:00 . Keluarga Besar BMG Tahlil dan Doa Secara Virtual untuk Almarhum Mas Muha   |  
Fri, 30 July 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Produsen Tahu dan Tempe Sepi Pembeli

bloktuban.com | Sunday, 21 February 2021 08:00

Harga Kedelai Tak Kunjung Turun, Produsen Tahu dan Tempe Sepi Pembeli

Reporter: Nur Malinda Ulfa

blokTuban.com - Kedelai adalah bahan utama pembuatan tahu dan tempe yang memiliki kandungan protein yang dibutuhkan tubuh.

Sebagai salah satu bahan lauk-pauk, tahu dan tempe menjadi primadona di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Harganya yang terjangkau dan kaya protein menjadikan komoditas ini banyak dicari pembeli.

Namun, dimasa pandemi ini penjualan tahu dan tempe terpuruk. Selain karena harga bahan dasarnya yang mahal, masyarakat juga kesulitan ekonomi sehingga memilih berhemat untuk kebutuhan sehari-hari.

Murni, salah satu penjual tahu dan tempe mengaku penjualannya sepi pembeli. 

"Sudah hampir setiap hari begini, kalau nggak ada yang beli otomatis tempe saya busuk, " Ujar Murni, selaku penjual di Pasar Baru Tuban.

Murni menambahkan, alasan masyarakat tidak membeli karena kesulitan mencari uang di era pandemi. 

"Kedelai juga naik terus, nggak turun-turun bertambah lah beban saya. Apalagi saya produksi sendiri, sudah nggak ada penghasilan masih harus buat kedelai dengan modal yang pas-pasan. Semoga harganya segera turun," imbuhnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Irma, salah satu penjual tahu dan tempe. 

"Harga kedelai masih terus naik, saya produksi sendiri. Kalau tempe dan tahu saya nggak laku, otomatis saya rugi," ungkap Irma. 

Diketahui harga kedelai dari awal tahun Rp9.000 per kilogramnya hingga saat ini mencapai Rp11.000 per Kilogramnya, Minggu, (21/02/2021). [lin/lis]

 

 

Tag : Tempa, harga, kedelai, naik

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat