20:00 . Pemuda Ini Benjol-Benjol Usai Dikeroyok Sekelompok Orang Tak Dikenal   |   19:00 . Warna Hijab Paling Banyak Diminati Remaja, Bikin Kulit Terlihat Lebih Cerah!   |   18:00 . Laris Manis, Aneka Jajanan Murmer Beromzet Ratusan Ribu per Hari   |   09:00 . Rahasia Bisnis Kue Dumbeg Bertahan hingga Tiga Generasi   |   07:00 . Studi Buktikan Lingkungan Hijau dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anak   |   18:00 . Penyuluh Agama Kecamatan Widang Lakukan Gibas Buluh   |   17:00 . Bermodalkan Rp200 Ribu, Pengusaha Kue Ini Beromzet Jutaan   |   13:00 . ORTN BRIN Bersama Anggota DPR RI Bantu Petani Tuban Benih Padi Varietas Inpari Sidenuk   |   12:00 . Bantu Herd Immunity, Wihadi dan Kader Gerindra Tuban Turun Gunung Gelar Vaksinasi   |   09:00 . Jago Bisnis Desain dan Ilustrasi, Pemuda Tuban Diundang ke Wakatobi Ilustrasikan Aset Budaya   |   08:00 . Perempuan Desa Klotok Ini Hasilkan Cuan dari Merajut   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   21:00 . Gemar Buat Kue, Kini Fudgy Brownies Dapur Aga Hadir Di Tuban   |   20:00 . Sate Korea Mr. Baek, Santapan Nikmat Harga Bersahabat   |   18:00 . Baju Bekas Kembali Digemari Jadi Peluang Usaha di Tengah Pandemi   |  
Thu, 21 October 2021
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Terus Mutasi, Sebenarnya Ada Berapa Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19?

bloktuban.com | Thursday, 07 January 2021 07:00

Terus Mutasi, Sebenarnya Ada Berapa Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19?

Reporter: -

blokTuban.com - Dunia dihebohkan dengan informasi adanya mutasi virus corona penyebab sakit Covid--19 yang terjadi di Inggris dan Afrika Selatan.

Menurut seorang virolog atau pakar virus, hingga saat ini setidaknya terdapat 8 kelompok virus corona baru, hasil mutasi dari virus SARS Cov 2.

"Kita bicaranya bukan strain (virus corona) tapi kelompok (virus corona baru) saat ini di dunia ada 8 kelompok," ujar Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof. Amin Soebandrio saat dihubungi Suara.com, Rabu (6/1/2021).

Prof Amin bercerita berdasarkan hasil sequencing (pengurutan DNA) virus corona baru yang beredar di Indonesia sejak awal pandemi Covid-19, sudah ada kelompok virus corona kategori L CoV, di mana kelompok varian itu berkerabat dekat dengan yang beredar di Wuhan, China.

"Tapi belakangan bergeser yang ditemukan itu lebih banyak kelompok G CoV itu baru sampai sekitar Agustus hingga 1 September 2020, kita belum ada lagi frekuensi yang lebih baru lagi," jelas Prof Amin.

Jika kelompok L virus corona baru beredar di Indonesia serupa dengan yang di Wuhan, China, maka kelompok G virus corona baru yang belakangan beredar di Indonesia serupa dengan yang di Eropa dan Amerika Serikat.

Sementara itu menurut Prof Amin selama virus corona hidup dan menyebar, maka potensi bermutasi akan terus ada.

Maka, proses pelacakan dengan sequencing tidak boleh berhenti. "Justru mutasi itu kita terbantu untuk bisa melacak virus itu asalnya dari mana aja," paparnya.

"Jadi mutasi itu bisa dijadikan seperti jejaknya virus-virus ini. Kita gunakan itu (mutasi) sebagai salah satu identifikasi virus, apakah dia dari Jakarta, atau dari Manado atau dari Irian, itu kita bisa lihat dari pola mutasinya," tutup Prof Amin.

*Sumber: suara.com

Tag : mutasi covid, covid 19, virus corona



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more